TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, M. Tito Karnavian, memaparkan, terjadi kenaikan inflasi pada tahun 2025 sebesar 1,57 persen, dibanding tahun 2024 sebesar 1,55 persen.
Tito mengatakan, target nasional range inflasi di angka 1,50 sampai 1,75.
Menurut Tito, pemerintah berusaha menekan inflasi demi daya beli masyarakat. Tapi, di satu sisi juga memperhatikan petani, nelayan, dan pabrik sebagai produsen.
Sehingga, menurutnya, target inflasi di angka 1,50 sampai 1,75 masih dianggap relevan.
“Kalau di angka itu, bisa menyenangkan konsumen dengan catatan barangnya ada, tapi juga menyenangkan produsen. Tapi kalau kita tekan inflasi di bawah 1,50 persen, masyarakat senang, barang murah dan ada, tapi petani dan nelayan menjadi sulit, karena harganya murah,” ujar Tito saat melakukan sidak harga sembako ke Pasar Induk Tanahtinggi, Kota Tangerang, Jumat, 3 Januari 2024.
Tito mengatakan, inflasi ada tiga macam.
Pertama inflasi inti selain makanan dan minuman.
Kedua, inflasi bergejolak pada harga makan dan minuman.
Ketiga, inflasi harga yang diatur, seperti biaya transportasi, listrik dan air yang kesemuanya diatur pemerintah.
“Nah kalau kita bicara daya beli, kita melihat inflasi inti, di luar makanan dan minuman. Tapi kalau bukan makanan dan minuman, seperti perawatan pribadi, itu bisa menggambarkan daya beli, dan faktanya memang terjadi kenaikan inflasi, meskipun tidak terlalu tinggi, tapi daya beli masyarakat masih cukup terjangkau,” ujar Tito.
Editor: Agus Priwandono











