SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang telah mencatat belanja dan pendapatan Pemkab Serang tahun 2024. Hasilnya, belanja tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar Rp 100 miliar dibandingkan belanja tahun 2023.
Kepala Bidang Akuntansi pada BPKAD Kabupaten Serang, Beni Rahmatullah mengatakan, besaran belanja daerah di Kabupaten Serang ditargetkan sebesar Rp 3,77 triliun.
Pada tahun 2024, realisasi belanja sebesar Rp 3,399 miliar, atau sekitar 90,16 persen, per tanggal 31 Desember 2024.
Ia mengatakan, berdasarkan nilai, serapan anggaran mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2023 lalu. Namun, dari segi presentasi besarannya mengalami penurunan.
“Belanja di 2024 naik dari Rp 3,2 miliar, naik menjadi Rp 3,3 miliar untuk tahun 2023. Jadi naik sebesar Rp 100 miliar. Namun secara persentase turun sebesar 2,24 persen,” katanya, Jumat, 3 Januari 2024.
Ia belum bisa merinci Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki serapan rendah ataupun serapan yang paling tinggi. Pasalnya, saat ini masih melakukan rekon dengan OPD.
“Serapan untuk OPD yang paling besar atau kecil itu belum kita dapat datanya karena masih rekon serapan terkecil dan terendah. Belum kita dapatkan rinciannya. Biasanya di tanggal 10 baru bisa terlihat termasuk besaran Silpa,” ujarnya.
Ia mengaku, selama proses rekon dengan OPD, masih ada kemungkinan serapan anggaran masih bisa berubah. Itu terjadi biasanya karena adanya kendala dari segi aplikasi karena belum terinput.
“Ini data sementara yang kita ambil dari aplikasi, tinggal di aplikasinya ada masalah apa sehingga menyebabkan ada yang belum terinput, atau belum terposting. Biasanya belum terbaca dari pendapatan ataupun belanjanya. Itu aja paling margin errornya. Biasanya ga lebih dari digit 1 persentase, paling 0, sekian,” ujarnya.
Selain besaran anggaran belanja yang naik, dari segi pendapatan juga mengalami peningkatan nilai yang cukup signifikan.
Tahun 2023 lalu, pendapatan Pemkab Serang mencapai Rp 3,2 triliun, sementara pada tahun 2024 mencapai Rp 3,4 triliun.
“Realisasi pendapatan dari total anggaran Rp 3,745 triliun, itu terealisasi Rp 3,417 triliun, atau mencapai 91,23 persen. Secara angka naik signifikan, di 2023 untuk Rp 3,2 triliun, jadi naik Rp 200 miliar,” ujarnya.
Namun, dari segi persentase, pendapatan juga mengalami penurunan sebesar 1,97 persen dari tahun 2023.
“Ini terjadi karena besaran target yang ditetapkan cukup tinggi di tahun 2024,” ujarnya.
Beni mengaku, ada beberapa sektor pendapatan yang belum maksimal di antaranya, dari pendapatan sektor pajak MBLB, BPHTB lalu pajak retribusinya dari PBG.
Editor: Agus Priwandono











