SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang telah merilis data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2024. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang telah di rilis, TPT di Kabupaten Serang mengalami penurunan sebesar 0,76 persen dari tahun 2023.
Penanggung Jawab Statistik Sosial pada BPS Kabupaten Serang, Sidiq Abdul Aziz, mengatakan, berdasarkan hasil Sakernas yang dilakukan pada Agustus 2024, jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Serang adalah sebesar 9,16 persen.
Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,76 persen. Bahkan, pada tahun 2024 penurunan angka pengangguran lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2024 sebesar 9,18 persen, turun sebesar 0,76 persen dibanding Agustus 2023. Di tahun 2023 ke 2022, penurunan angka pengangguran di angka 0,67 persen,” katanya, Senin, 6 Januari 2024.
Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 79 ribu orang yang belum memiliki pekerjaan di Kabupaten Serang.
“Yang angkatan kerja kan dibagi, ada yang bekerja dan ada yang menganggur. Nah, pengangguran ini tadi kalau dibandingkan dengan angkatan kerja itu sebanyak 9,18 persen. Artinya dari 100 orang angkatan kerja ada 9 sampai 10 orang yang menganggur,” jelasnya.
Ia mengatakan, pada tahun 2024 jumlah angkatan kerja di Kabupaten Serang jauh lebih banyak apabila dibandingkan dengan tahun 2023.
“Jumlah angkatan kerja sebanyak 865 ribu orang, naik 69 ribu orang dibanding Agustus 2023. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 4,55 persen poin dibanding Agustus 2023,” terangnya.
Ia menurutnya, pada tahun 2024 ini untuk serapan kerja didominasi pada sektor informal yakni mencapai 55,75 persen atau sebanyak 438 ribu. Pekerja informal seperti pekerja harian, pekerja freelance, serta pekerjaan lainnya yang tidak berbadan hukum.
“Penduduk yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 348 ribu orang atau sebanyak 44,25 persen, sedangkan yang bekerja pada kegiatan informal sebanyak 438 ribu orang 55,75 persen,” ujarnya.
Lalu, apabila dilihat dari penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha terdapat tiga kategori, yakni dari sektor manufaktur sebanyak 34,84 persen, lalu sektor jasa sebanyak 45,25 persen, serta pertanian sebesar 19,91 persen.
“Melihat dari peningkatan dari tahun lalu, sektor pertanian mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar 1,90 persen. Sementara untuk sektor manufaktur mengalami penurunan 0,64 persen dan sektor jasa turun sebesar 1,26 persen,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











