PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, menyambut baik terkait rencana menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penyedia bahan baku program makan bergizi gratis (MBG).
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto meminta program Makan Bergizi Gratis menggunakan bahan baku dari dalam negeri dengan melibatkan koperasi hingga BUMDes. Hal ini menjadi kesempatan bagi BUMDes untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di desa, karena Desa Bandung memiliki potensi unggulan dari ikan tawar, yakni ikan mas sinyonya.
Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja mengungkapkan bahwa untuk mendukung program makan bergizi gratis, pihaknya akan memberikan benih larva ikan sinyonya secara gratis kepada masyarakat melalui kelompok perikanan. Langkah ini dilakukan agar program berkelanjutan, bukan sekadar sementara.
“Nanti itu akan dipijahkan. Setelah dipijahkan, anakan dalam bentuk larva itu kami berikan kepada masyarakat. Setelah masyarakat menerima benih larva ikan tersebut, nantinya mereka akan menjualnya kembali ke BUMDes,” ungkap Wahyu saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 10 Januari 2025.
Lebih lanjut, Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja tampaknya punya jurus jitu untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Masyarakat diberikan larva ikan sinyonya secara cuma-cuma, tanpa sistem bagi hasil.
Tapi jangan salah, setelah itu, BUMDes-lah yang harus siap-siap merogoh kocek untuk membeli ikan hasil budidaya petani.
“Setelah diberikan larva gratis, ya BUMDes harus bersiap membeli ikan dari para petani. Karena apa? Ya, karena untuk suplai gizi dari ikan lokal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa BUMDes juga akan masuk ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) untuk pengadaan ikan tersebut.
“Jadi, setelah dibeli dari petani, ikan-ikan ini nanti disuplai ke program makan bergizi,” ujarnya.
Tak lupa, Wahyu mengingatkan bahwa momen ini pas dengan musim panen padi.
“Setelah panen padi dua minggu ke depan, kami akan mulai membagikan benih ikan ke masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, skema ini akan memberikan manfaat ganda.
“Artinya, petani dapat uang dan BUMDes juga akan untung ketika menjualnya nanti,” jelasnya.
Editor: Mastur Huda










