• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

JRP Kabupaten Tangerang Sebut Tak Ada Nelayan Dirugikan Terkait Pagar Laut Pantura

Mulyadi by Mulyadi
Jumat, 10 Januari 2025 19:38
in Berita Utama, Tangerang
JRP Kabupaten Tangerang Sebut Tak Ada Nelayan Dirugikan Terkait Pagar Laut Pantura

Pagar laut' dinilai JRP Kabupaten Tangerang merupakan titik penanda agar kapal-kapal nelayan tidak kandas karena pendangkalan.

TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Masifnya narasi ‘pemagaran laut’ yang digulirkan berbagai pihak dinilai sarat kepentingan. Juga, sangat menyesatkan opini yang berkembang di masyarakat. Terutama masyarakat pesisir utara Kabupaten Tangerang. Demikian disampaikan Shandy Martapraja, mewakili Jaringan Rakyat Pantura (JRP) Kabupaten Tangerang, Jumat 10 Januari 2025.

Ditegaskan Shandy, tidak ada nelayan yang dirugikan atas keberadaan ‘pagar laut’ tersebut. Menurutnya, ‘pagar laut’ itu merupakan titik penanda agar kapal-kapal nelayan tidak kandas karena pendangkalan.

RelatedPosts

Pilar Saga: Sanksi Menanti Siswi SMPN 10 Tangsel yang Terlibat Bullying

Pilar Saga: Sanksi Menanti Siswi SMPN 10 Tangsel yang Terlibat Bullying

Rabu, 28 Oktober 2026 09:45
Memicu Polemik, DPRD Pandeglang Kritisi Mekanisme Lelang Proyek Infrastruktur

Memicu Polemik, DPRD Pandeglang Kritisi Mekanisme Lelang Proyek Infrastruktur

Rabu, 28 Oktober 2026 07:30
Pemkab Tangerang Mutasi dan Rotasi 362 ASN, Sejumlah Camat Berganti Posisi

Pemkab Tangerang Mutasi dan Rotasi 362 ASN, Sejumlah Camat Berganti Posisi

Rabu, 28 Oktober 2026 07:23
10 Unit KDKMP Pandeglang Sudah Beroperasi, Launching Resmi Menunggu Kabar Pusat

10 Unit KDKMP Pandeglang Sudah Beroperasi, Launching Resmi Menunggu Kabar Pusat

Rabu, 28 Oktober 2026 07:16

“Dan penanda ini juga sudah lama ada, jauh sebelum narasi ‘pagar laut’ digaungkan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab dan akhirnya merugikan masyarakat di wilayah utara. Terlebih mereka yang bersuara tersebut, bukan berdomisili di sini,” ujar Shandy.

Aktivis mahasiswa yang juga warga Pantura Kabupaten Tangerang ini menjelaskan, selain sebagai penanda batas abrasi dan sedimentasi laut, keberadaan ‘pagar laut’ tersebut juga berfungsi sebagai tambak apung.

“Keberadaannya sering dimafaatkan nelayan-nelayan kecil sebagai tambak kerang hijau yang memang habitat alaminya banyak terdapat di pesisir wilayah utara Kabupaten Tangerang. Serta bisa dipasang jaring untuk berfungsi bagan ikan terapung,” tambahnya.

“Jadi kami sangat heran, jika kemudian ada narasi bahwa bagan mini tersebut dinarasikan sebagai pagar laut, dan kemudian direspon secara masif oleh aparat berwenang. Jika memang terkait perizinan, kita mau tanya, apakah bagan-bagan yang berada di pesisir laut lain di Indonesia sepanjang puluhan ribu kilometer itu memiliki izin? Kan tidak ada. Kenapa hanya yang di Kabupaten Tangerang yang dipermasalahkan,” tanya tokoh pemuda Tangerang ini.

Ditambahkan Shandy, narasi pagar laut sengaja dibangun untuk membangun image negatif. Bahkan saat ini banyak masyrakat yang terpengaruh opini buruk tersebut serta ikut-ikutan melakukan tudingan yang tidak berdasar.

Sementara itu, Tarsin, seorang nelayan setempat mengaku dirinya bersama rekan-rekan nelayan asli Tangerang Utara tidak merasa terganggu dengan keberadaan pagar laut tersebut. “Kalau tidak ada tanggul-tanggul (pagar laut-red) tersebut, perahu-perahu kita sering kandas. Dijelaskan Tarsin, di wilayah tersebut bukan wilayah tangkap nelayan, karena memang tidak ada ikan yang bisa ditangkap.

“Kecuali untuk tambak kerang hijau, karena memang nelayan-nelayan kecil di sini hampir rata-rata merupakan petambak kerang hijau,” katanya.

Lebih jauh Shandy dan Tarsin meminta agar pemerintah, terutama instansi terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, maupun instasi pemerintahan lainnya, untuk bersikap bijak dalam melihat persoalan ini.

“Kami mendukung setiap langkah yang memang untuk kepentingan masyarakat, terutama nelayan, namun jangan juga tersesat dengan narasi yang syarat kepentingan, apalagi membuat gaduh, kita juga meminta aparat bersikap bijak dalam persoalan yang belakangan viral, dengan mengambil tidakan gegabah,” katanya.

Namun tambah Tarsin, jika kemudian pihak berwenang melakukan pembongkaran dan penyegelan terhadap bambu yang selama ini difungsikan sebagai penahan abrasi dan tambak kerang hijau tersebut, pihak nelayan mempersilakan.

Namun, pemerintah harus memberikan solusi penghasilan lain buat nelayan yang selama mendapatkan penghidupan sebagai nelayan tambak. “Tidak hanya tanggul yang dibongkar, tapi tertibkan juga bagan-bagan yang jenis sama, serta kami meminta pemerintah juga bisa membuat tanda-tanda keselamatan diwilayah yang terkena abrasi dan sidementasi, sehingga tidak membahayakan nelayan,” katanya. (*)

Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi

Tags: Jaringan Rakyat PanturaKabupaten Tangeranglaut Panturanelayan panturapemagaran laut
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

JRP Kabupaten Tangerang Sampaikan Tiga Tuntutan Terkait Pemagaran Laut Pantura

Next Post

Pencuri Sepeda Motor di Sepatan Akhirnya Divonis Hukuman Penjara 2,5 Tahun

Next Post
Pencuri Sepeda Motor di Sepatan Akhirnya Divonis Hukuman Penjara 2,5 Tahun

Pencuri Sepeda Motor di Sepatan Akhirnya Divonis Hukuman Penjara 2,5 Tahun

Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Selasa, 27 Oktober 2026 10:07
Polresta Tangerang

Polda Banten Tegaskan Kapolresta Tangerang Tidak Ditahan Mabes Polri

Senin, 26 Oktober 2026 15:42
Rifa Imaroh dari Tirtayasa Masuk 10 Besar Finalis SATU Indonesia Awards 2026

Rifa Imaroh dari Tirtayasa Masuk 10 Besar Finalis SATU Indonesia Awards 2026

Senin, 26 Oktober 2026 11:38
Operasi patuh maung 2026

Hari Pertama Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Sasar Jalan Dekat Puspemkab Tangerang

Senin, 26 Oktober 2026 17:47
Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026 Singkirkan Mbape, Yamal Hingga Messi

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026 Singkirkan Mbape, Yamal Hingga Messi

Selasa, 27 Oktober 2026 10:14
Subadri Ushuludin

Subadri Disorot, Kuasa Hukum PPP Banten Singgung Etika Usai Pemberhentian

Senin, 26 Oktober 2026 17:41
Polresta Serang Kota Gelar Operasi Patuh Maung di Dua Lokasi Hari Ini, Disini Tempatnya

Polresta Serang Kota Gelar Operasi Patuh Maung di Dua Lokasi Hari Ini, Disini Tempatnya

Selasa, 27 Oktober 2026 09:45

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pilar Saga: Sanksi Menanti Siswi SMPN 10 Tangsel yang Terlibat Bullying

Pilar Saga: Sanksi Menanti Siswi SMPN 10 Tangsel yang Terlibat Bullying

by Redaksi
Rabu, 28 Oktober 2026 09:45
0

Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo (kanan) berbincang dengam siswa SMPN 10 Kota Tangsel. (Foto: Polres Tangsel)

Dukung Ekspor dan Kesejahteraan Petani, bank bjb Perkuat Kemitraan dengan Wanoja Coffee

Dukung Ekspor dan Kesejahteraan Petani, bank bjb Perkuat Kemitraan dengan Wanoja Coffee

by Redaksi
Rabu, 28 Oktober 2026 09:05
0

BANDUNG - bank bjb terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha kecil, dan menengah (UKM), khususnya sektor perkebunan kopi, melalui...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.