LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak memberikan pelatihan teknik pertanian kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Rangkasbitung.
Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 14 Juli 2025 dan diisi oleh tim instruktur penyuluh pertanian dari Distan Lebak.
Puluhan WBP tampak antusias mengikuti pelatihan teknik budidaya tanaman cabai dan terung.
Kepala Distan Lebak, Rahmat, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali para warga binaan dengan keterampilan yang berguna.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para warga binaan dapat memperoleh bekal keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan, serta turut berkontribusi dalam ketahanan pangan dan kemandirian pertanian di wilayah Kabupaten Lebak. Tinggal pelaksanaan praktek di fasilitas SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) milik Lapas di Kecamatan Cibadak,” ujar Rahmat.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan mencakup praktik persiapan lahan, teknik persemaian dan penanaman bibit cabai serta terung, hingga penggunaan pupuk kandang sebagai bagian dari pertanian ramah lingkungan.
Rahmat menyebut pelatihan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
“Melalui pelatihan pertanian, warga binaan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang budidaya tanaman, peternakan, pengelolaan lahan, hingga teknologi pertanian modern. Tentunya, ini membuka peluang bagi mereka untuk mandiri secara ekonomi setelah bebas, serta mengurangi risiko pengulangan tindak pidana,” katanya.
Sementara itu, Kalapas Rangkasbitung, Rd Achmad Zaki, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari program pembinaan yang bermanfaat.
“Kami yakin bahwa pertanian adalah sektor yang mampu memberikan harapan dan masa depan bagi mereka setelah bebas nanti. Terima kasih kepada Dinas Pertanian yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar Zaki.
Zaki juga menegaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan upaya Lapas Rangkasbitung dalam mendukung program revitalisasi pemasyarakatan.
“Dengan pelatihan ini, WBP diharapkan mampu mengembangkan keterampilan, membangun kepercayaan diri, serta siap menjadi insan produktif saat kembali ke tengah masyarakat,” tutupnya.
Editor : Merwanda











