SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Serang meminta agar Pemkab Serang melakukan optimalisasi terhadap pendapatan. Hal ini untuk menekan defisit anggaran yang selama ini selalu terjadi di Kabupaten Serang.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Supiyanto, sangat menyayangkan anggaran pendapatan tahun 2024 yang mengalami defisit anggaran.
“Ini jadi tantangan untuk kami di Komisi III, rencana kami sudah ada di tahun 2025, defisit anggaran ini harus turun. Kita usahakan kalau pun ada tidak lebih dari Rp 50 miliar,” ujarnya, Rabu, 22 Januari 2024.
Ia mengatakan, untuk merealisasikan hal tersebut, perlu duduk bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menghasilkan pendapatan, terutama Bapenda Kabupaten Serang.
“Selain itu di Komisi III ada Diskoumperindag berkaitan dengan pasar, sementara untuk BUMD itu deviden, karena core bisnis. Lalu ada juga OPD lain, seperti Dishub, kaitannya dengan retribusi parkir,” ujarnya.
Ada juga di OPD yang berpotensi bisa menghasilkan pendapatan, seperti Dinas Pertanian, terkait aset-aset lahan pertanian yang disewakan serta soal perizinan.
“Kami juga akan menggali pendapatan lainnya yang sah, seperti contoh ada dana partisipasi dari perusahaan, berkaitan dengan air permukaan. Kita dorong dengan PT KTI bulan ini, karena mereka melakukan pemanfaatan sumber daya alam di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Tahun ini, ada potensi pendapatan dari opsen pajak kendaraan yang harus dimaksimalkan.
Menurutnya, dengan adanya opsen pajak, akan menambah pendapatan yang akan diterima oleh Pemkab Serang.
“Kalau datanya sudah ada nanti ini bisa dihitung. Sampai hari ini kita terus koordinasi agar jangan sampai ada kebocoran,” ujarnya.
Ia mengatakan, OPD harus bisa memetakan kondisi, khususnya memetakan terkait potensi-potensi pendapatan yang bisa digali.
“Harus mengejar agar pendapatan maksimal. Tahun 2024 kemarin kan hanya 76 persen, ini enggak sampe 90 persen, harus dimaksimalkan,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











