SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pagar laut di Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, dikeluhkan oleh para nelayan Kecamatan Tanara dan di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Apendi, nelayan Jenggot yang biasa mencari ikan di perairan Desa Pedaleman, mengatakan, sejak ada pagar laut di wilayahnya, dia kesulitan mencari jalan untuk melaut karena terhalang oleh pagar laut.
Ketika pulang atau berangkat melaut saat hari sudah gelap atau cuaca buruk, kata Apendi, nelayan mencari jalan.
“Malem aturannya bisa langsung pulang lewat pinggir, ini enggak bisa. Terus semenjak ada patok (pagar-red), kita susah juga nyari-nyari pancernya,” katanya, Senin, 27 Januari 2025.
Apendi mengaku, pagar laut juga sering merusak alat tangkap nelayan dan perahu.
“Kita inginnya dicabut, cuma berat juga kalau harus nelayan sendiri yang mencabut,” ujarnya.
Ia mengatakan, sejak ada pagar laut di wilayah mereka, pendapatan nelayan turun drastis. Pasalnya, area yang dipagari merupakan salah satu lokasi yang biasa digunakan nelayan untuk mencari ikan ataupun mencari rajungan.
“Paling sehari dapet Rp 150 ribu, itu pun kotor, belum bahan bakar, buat beli rokok, itu kalau dapet. Kalau musim angin, kita enggak dapet sama sekali, pulang,” ujarnya.
Ia mengaku bersyukur karena sebagian pagar sudah berhasil dibongkar. Karena keberadaan pagar tersebut sangat merugikan bagi mereka.
“Kita bersyukur, akhirnya bisa melaut lagi di area itu. Kita sudah sejak lama pengen dibongkar, karena menyulitkan kita,” ujarnya.
Apendi membanrah pernyataan pihak yang mengaku kalau lokasi tersebut merupakan tempat budi daya rumput laut.
“Saya sering bolak-balik tiap hari, bohong itu, enggak ada rumput laut. Rumput laut di situ enggak ada, enggak bakal tumbuh juga, kan deket kali,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono











