• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Kue Keranjang Makanan Wajib Saat Imlek, Ternyata Begini Asal Muasalnya

Mulyadi by Mulyadi
Selasa, 28 Januari 2025 21:21
in Berita Utama, Sosial Budaya
0
Kue Keranjang Makanan Wajib Saat Imlek, Ternyata Begini Asal Muasalnya

Kue Keranjang, makanan wajib saat perayaan Imlek.

0
SHARES
44
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Saat Imlek atau Tahun Baru Cina kue keranjang menjadi makanan yang wajib untuk dicicipi oleh warga etnis Tionghoa.

Sebenarnya kue keranjang mirip dengan dodol, yang terbuat dari tepung ketan dan gula. Sehingga tidak heran ada juga yang menyebut kue keranjang adalah sebagai dodol cina. 

Dimana, bahasa Mandarin kue keranjang juga disebut dengan nama nian gao atau niangao yang artinya kue lengket karena teksturnya yang lengket.

Namun, sumber lain juga ada yang menyebut bahwa niangao berarti kue tahun yang disajikan setiap perayaan tahun baru Imlek.

Tradisi di Cina, menyajikan dan menyantap kue keranjang dipercayai bisa membawa keberuntungan. 

Lantas mengapa di Indonesia namanya kue keranjang? Disebut kue keranjang karena pada proses pembuatannya dicetak menggunakan wadah berbentuk keranjang. 

Sejarah Kue Keranjang
Dirangkum dari berbagai sumber, bahwa kue keranjang sudah tercatat dalam sejarah sejak 2.500 tahun yang lalu. 

Dimana, kue keranjang berasal dari Suzhu, Cina yang awalnya kue ini dibuat pada masa paceklik.

Saat itu, penduduk Cina mengalami kekeringan dan mengungsi ke daerah yang lebih subur.

Dan di tempat yang baru mereka membuat gula yang dicairkan bersama tepung beras ketan. Dan mereka sengaja menggiling beras ketan menjadi tepung untuk menghemat bahan pangan.

Adonan tepung dan gula tersebut diaduk terus menerus hingga menghasilkan tekstur yang kenyal. Kemudian dicetak di keranjang bulat yang terbuat dari bilah bambu dan dialasi daun pisang.

Karena banyak membuatnya, sebagian dimakan dan sisanya disimpan dengan cara disusun bertingkat.  

Dari situ, makanan tersebut dianggap sebagai penyelamat warga. Dan warga Cina selalu membuat kue keranjang untuk perayaan tahun baru Imlek maupun perayaan musim semi. 

Di Indonesia kue keranjang sudah ada sejak abad ke-19, seiring dengan kedatangan pedagang Cina di Indonesia, yang kemudian kue ini diadopsi oleh warga lokal sebagai dodol dan jenang. 

Akan tetapi, terdapat sumber lain yang menuliskan dodol sudah ada sejak zaman Kerajaan mataram Kuno (Medang) yang di mana dodol adalah makanan manis legit ini sudah tercatat dalam Prasasti Alasantan dan Prasasti Sangguran sebagai pencuci mulut pada bangsawan di Istana Mataram Kuno

Sedangkan jenang ketan juga sudah ada sejak zaman Hindu. Dan ma. kanan ini sudah sering disajikan saat acara istimewa, seperti pernikahan maupun upacara adat keagamaan. 

Meski berbahan sama, namun kue keranjang, dodol dan jenang memiliki perbedaan, seperti bentuk dan tekstur.

Dan saat Imlek seperti saat ini, banyak pedagang yang menjajakan kue keranjang.

Nah, dengan tulisan di atas, Kamu sudah mengerti yah asal muasal kue keranjang atau dodol Cina yah.

Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi

Tags: asal muasalbesok Imlekdodol cinaImlekkue keranjangperayaanPerbedaansaat Imleksejarahvihara bon tek bio.vihara bun san bio
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Inilah Menteri Milenial Favorit Anak Muda

Next Post

Polda Banten Terjunkan Personel Gabungan Amankan Libur Nasional Tahun Baru Imlek

Next Post
Polda Banten Terjunkan Personel Gabungan Amankan Libur Nasional Tahun Baru Imlek

Polda Banten Terjunkan Personel Gabungan Amankan Libur Nasional Tahun Baru Imlek

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Jejak Sejarah Kampung Sewan di Tangerang, Dari Era Belanda hingga Berdirinya RS Sitanala

by Syaiful Adha
Minggu, 13 September 2026 12:41
0

KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID -Kampung Sewan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan kawasan...

TPA Cipeucang Tangsel Dijaga 24 Jam, Cegah Kebakaran Saat Kemarau

by Syaiful Adha
Minggu, 13 September 2026 12:29
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID -Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) meningkatkan pengawasan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, untuk...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.