• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Kepala Desa Pedaleman Sebut Pagar Laut di Wilayahnya untuk Penahan Abrasi

Ahmad Rizal Ramdhani by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 30 Januari 2025 16:15
in Berita Utama, Kabupaten Serang
0
Kepala Desa Pedaleman Sebut Pagar Laut di Wilayahnya untuk Penahan Abrasi

Kepala Desa Pedaleman, Sad'i saat menerima kunjungan dari DPRD.

0
SHARES
81
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pihak Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang akhirnya buka suara soal polemik pagar laut yang memagari pesisir pantai Desa Pedaleman.

Keberadaan pagar laut di Desa Pedaleman merupakan upaya untuk mengantisipasi terjadinya abrasi dan menjadi lokasi untuk budidaya rumput laut.

Itu diungkapkan Kepala Desa Pedaleman, Sad’i saat menerima kunjungan dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang Abdul Gofur dan Plt Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang Rochyan Aglan.

Dalam kunjungan tersebut, Sad’i mengatakan, awal mula pemasangan pagar bambu di Desa Pedaleman dilakukan pada tahun 2023 silam.

Saat itu, informasi yang dia himpun dari pihak yang melakukan pemasangan ialah untuk menahan abrasi dan budidaya rumput laut.

“Sempat saya tegur bambu itu untuk apa, katanya untuk jaga abrasi, tapi ada juga laporan dari nelayan, kata mereka untuk budidaya rumput laut,” katanya, Kamis 30 Januari 2024.

Ia mengatakan saat itu pagar bambu dipasang oleh nelayan Desa Pedaleman bernama Kholid dan nelayan lainnya.

“Kita ngobrol dengan nelayan, ngakunya untuk abrasi dan rumput laut. Cuman setelah itu kita ga tau sudah aja,” ungkapnya.

Ia mengaku mendapatkan laporan juga dari nelayan terkait adanya aktifitas budidaya rumput laut di daerah tersebut. Namun laporan dari nelayan rumput laut tidak bisa tumbuh.
“Pernah ninjau memang logis juga kalau memang itu untuk menengah abrasi,” ujarnya.

Saat disinggung soal dirinya yang menerima uang, ia mengaku itu merupakan kompensasi yang diberikan untuk warga Pedaleman yang diberikan dari kepala desa sebelumnya.

“Kompensasi dari mantan kepala desa, besarnya Rp20 juta sudah dibagi ke warga dan dikasih ke musala juga. Kompensasi budidaya itu,” ujarnya.

Ia pun menepis adanya keterkaitan antara pagar laut di Kabupaten Tangerang dengan pagar laut yang berada di Kabupaten Serang.

“Ga ada kaitan, panjangnya itu sekitar 20 hektarran,” pungkasnya.

Sementara itu, Kholid Nelayan Desa Pedaleman yang mengaku sebagai orang yang telah memasang pagar bambu tersebut mengatakan, bambu yang mereka pasang diberikan oleh mantan kepala desa Pedaleman.

“Yang memasang nelayan sini ada kurang lebih 20 orang. Dipasang tahun 2023,” ujarnya.

Ia mengatakan, semua pagar tersebut memang membentang hingga ke tengah laut dan berbentuk kotak-kotak seperti kapling. Itu dilakukan karena untuk melakukan budidaya rumput laut.
“Sebelumnya ke tengah untuk budidaya rumput laut, cuman karena gelombang di pinggirin akhirnya gagal,” ujarnya.

Dalam pemasangan pagar laut, ia bersama dengan teman-teman nelayan lainnya mengaku tidak diberikan upah secara khusus. Mereka melakukannya dengan suka rela karena memang untuk mencegah terjadinya abrasi.

“Namanya kita juga seneng dikasih penghalang untuk abrasi, sukarela aja. Paling ada buat beli rokok aja. Lupa berapa lama masangnya, karena yang mengerjakan nya nelayan aja, yang ga kelaut di situ,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi

Tags: desa pedalemankabupaten serangKecamatan Tanaramerusak alat tangkapnelayan kabupaten serangNelayan kecamatan tanaranelayan susah nyari ikanpagar bambupagar laut misteriuspagar misteriusPemkab Serang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pengelola Pulau Liwungan Sumbang PAD Pandeglang Ratusan Juta Rupiah

Next Post

Hujan Deras, Atap Ruang Kelas SDN Pasir Tenjo 4 Ambrol

Next Post
Hujan Deras, Atap Ruang Kelas SDN Pasir Tenjo 4 Ambrol

Hujan Deras, Atap Ruang Kelas SDN Pasir Tenjo 4 Ambrol

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Momen Kemerdekaan, Ratu Zakiyah Ajak Perangkat Daerah Jaga Kekompakan

Momen Kemerdekaan, Ratu Zakiyah Ajak Perangkat Daerah Jaga Kekompakan

by Ahmad Rizal Ramdhani
Rabu, 12 Agustus 2026 17:28
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengajak kepada seluruh perangkat daerah di Kabupaten Serang untuk terus menjaga kekompakan dan kebersamaan pada...

Beli Motor Curian Rp4 Juta, Warga Asal Bogor Diadili di PN Serang

Beli Motor Curian Rp4 Juta, Warga Asal Bogor Diadili di PN Serang

by Fahmi
Rabu, 12 Agustus 2026 17:06
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Suherman alias Herman didakwa membeli dan menjual kembali sepeda motor hasil curian. Akibat perbuatannya, warga asal Kampung...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.