SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Sebanyak tiga pasar di Kabupaten Serang ditinggalkan oleh para pedagang dan kondisinya kita tidak terawat alias terbengkalai. Tiga pasar tersebut yakni Pasar Tunjung Teja, Pasar Kopo dan Pasar Gunung Sari.
Kepala UPT Pasar pada Diskoumperindag Kabupaten Serang, Mahyar Sonjaya mengatakan, ada sebanyak 14 pasar di Kabupaten Serang. Dari jumlah tersebut tiga pasar yakni Pasar Tunjung Teja, Gunung Sari serta Pasar Kopo terbengkalai.
Mahyar mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan pasar Tunjung Teja terbengkalai dan ditinggalkan oleh para pedagang.
“Karena komoditas di pasar tersebut tidak lengkap sehingga membuat masyarakat malas ke pasar Tunjung Teja dan memilih ke pasar petir. Nah karena pengunjung sepi, membuat pedagang malas untuk jualan di pasar,” katanya, Kamis 20 Februari 2025.
Ia mengatakan, sebelumnya pasar Tunjung Teja sempat beroperasi selama tiga bulan lebih. Bahkan seluruh kios dan los terisi penuh. Namun karena sepi, para pedagang lebih memilih pindah ke lokasi semula tempat mereka berjualan.
“Tadinya berjualan di depan rumah, karena lokasi pasar yang jauh dan jumlah pembelinya sedikit, jadi pedagang akhirnya pergi,” ujarnya.
Lalu untuk pasar Kopo ditinggalkan pedagang selain karena sepi, juga karena tidak ada kios yang dibangun di sana dan hanya ada los-los saja.
“Jadi pedagang merasa ribet untuk angkut-angkut barang, Lama-lama kosong juga. Ditambah sepi juga karena mungkin yang dijual di sana tidak sekomplit yang di jual di pasar yang sudah berjalan, serba tanggung,”
Saat disinggung mengenai perawatan pasar yang saat ini kondisinya dipenuhi ilalang, Mahyar mengaku tidak memiliki anggaran untuk pemeliharaan dan menempatkan petugas di pasar tersebut. “Anggaran kita terbatas, tidak ada untuk pemeliharaan. Apalagi sekarang ada efisiensi. Mungkin nanti coba diupayakan,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











