KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) mengoptimalkan layanan penurunan angka stunting melalui program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi ibu hamil. Program itu meliputi pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, serta pendampingan keluarga berisiko stunting oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Penanganan stunting juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP PKK, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar intervensi dapat menjangkau masyarakat secara menyeluruh.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan, upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan. Menurutnya, kesehatan calon ibu menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak. “Fokus kami bukan hanya menangani stunting saat anak sudah lahir, tetapi memastikan calon ibu dan ibu hamil memperoleh layanan kesehatan, pendampingan, serta asupan gizi yang memadai. Dengan langkah tersebut, peluang lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas akan semakin besar,” ujar Benyamin, Jumat 17 Juli 2026.
Ia menambahkan, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif keluarga dalam memenuhi gizi seimbang, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta rutin memanfaatkan layanan Posyandu dan fasilitas kesehatan juga menjadi faktor penentu.
Selain itu, Pemkot Tangsel terus menggencarkan edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. “Kami ingin seluruh masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang telah tersedia. Pencegahan stunting merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya.
Editor : Rostinah











