PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Menjelang Ramadan, harga sejumlah komoditas bumbu dapur di Pasar Badak Pandeglang mulai meloncat.
Dua bahan pokok yang mengalami lonjakan harga signifikan yakni bawang merah dan cabai merah.
Dari pantauan di lapangan menunjukkan tren kenaikan harga ini terjadi seiring meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa.
Salah satu pembeli, Eneng, mengaku keberatan dengan kenaikan harga bahan pokok, terutama saat mendekati Ramadan.
Ia berharap harga bisa turun agar masyarakat lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Pengennya harga stabil, enggak mahal. Apalagi ini mau Ramadan, jadi kita bisa masak enak buat keluarga,” kata Eneng, pada Minggu 23 Februari 2025.
Ia juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini cukup membebani masyarakat, terutama bagi mereka yang harus mengatur pengeluaran dengan ketat.
“Iya, keberatan kalau harga naik terus. Maunya sih jangan mahal begini,” ungkapnya.
Sementara, salah satu pedagang di Pasar Badak Pandeglang, Didi mengatakan harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Badak Pandeglang mengalami kenaikan signifikan.
Menurutnya lonjakan harga ini sudah menjadi tren tahunan setiap kali memasuki hari besar keagamaan.
Didi mengatakan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai merah, cabai rawit oranye, bawang merah, dan bawang putih.
“Cabai merah awalnya Rp40 ribu, sekarang jadi Rp60 ribu. Bawang merah dari Rp24 ribu naik jadi Rp32 ribu. Cabai rawit oranye dari Rp60 ribu jadi Rp80 ribu, sedangkan bawang putih dari Rp38 ribu naik jadi Rp42 ribu,” jelasnya.
Lebih lanjut, kenaikan harga bumbu dapur ini sudah menjadi pola tahunan menjelang hari besar seperti Ramadan.
“Setiap tahun memang begini, kalau mendekati puasa harga mulai merangkak naik,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut harga beberapa komoditas lainnya masih stabil.
“Yang masih normal itu seperti tomat, kentang, dan cabai rawit hijau. Belum ada kenaikan,” tambahnya.
Didi juga mengaku kenaikan harga ini berdampak pada omzet penjualannya yang turun hingga 20 persen.
“Tentu kalau harga naik, pembeli jadi ngirit. Biasanya beli sekilo, sekarang jadi setengah kilo,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











