TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bekerjasama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 3 Lontar.
Hal itu untuk mengurangi sampah di Kabupaten Tangerang, khususnya di Sungai Cisadane.
Kepala Dinas (Kadis) DLHK Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi mengatakan bahwa kerjasama terus merupakan masih dalam rangkaian memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 yang bertema ‘Kolabirasi Untuk Indonesia Bersih’.
Dimana, beberapa rangkaian kegiatan yang telah dilakukan oleh pihaknya, seperti membersihkan sampah laut, menanam mangrove dan melepas hewan mimi.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya dengan PLTU Banten 3 Lontar juga telah menandatangani Letter Of Intent (LOI) untuk penanggulangan sampah di Sungai Cisadane khususnya sampah kayu.
“Nah, nanti hasil dari sampah kayu yang sudah tersebut kita cacah dengan mesin yang dihibahkan oleh PLTU Banten 3 Lontar dan akan dipakai sebagai bahan bakar oleh PLTU yang akan digabungkan dengan batu bara,” ujarnya, Kamis 27 Februari 2025.
Dikatakan dia, sampah yang tercampur tersebut akan diambil oleh pihaknya menggunakan Kapal Interceptor dari Coldplay yang ada di sungai, dan itu bisa mencapai sekitar 2 hingga 3 ton sampah yang setelah itu baru akan dipisahkan sampah kayunya untuk dicacah.
“Alhamdulillah kita telah mendapatkan hibah berupa mesin pencacah kayu oleh PLTU Lontar, namun untuk sampah selain kayu nantinya akan kita olah sambil menunggu alat lainnya,” ucap Fachrul Rozi.
Fachrul Rozi juga bilang bahwa untuk biaya operasional kapal Interceptor tersebut dalam mengambil sampah di Sungai Cisadane, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menjalin kerjasama dengan pihak lain.
“Memang, untuk saat ini biaya operasional masih belum menutupi, namun ke depannya dari kerjasama kami dengan PLTU Lontar insyaallah akan bisa menutupi biaya tersebut,” pungkasnya.
Sementara, Senior Manager PLTU Banten 3 Lontar, Ria Indrawan menuturkan, pihaknya berkomitmen dengan Pemerintah Daerah, khususnya dengan DLHK untuk mengurangi sampah yang berada di Sungai Cisadane.
“Kami memberikan hibah mesin pencegahan sampah kayu ini kepada DLHK, karena nantinya setelah di dicacah dan menjadi serbuk, akan bisa kami gunakan menjadi bahan bakar di PLTU,” ujarnya.
Selain itu, ihaknya saat ini juga membutuhkan sekitar 300 ton bahan bakar untuk pengoperasian PLTU Lontar, sedangkan sampah kayu yang dibersihkan dari Sungai Cisadane oleh DLHK kemungkinan sehari bisa mencapai 3 ton.
“Nah, kerjasama ini saling menguntungkan, dan pastinya akan membantu kami untuk mencukupi bahan bakar,”jelas Ria Indrawan.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











