CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Majelis Ulama Nusantara (MUN) mendukung program Daya Anagata Nusantara (Danantara) Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan ini diberikan dalam bentuk rekomendasi. Rekomendasi ini disampaikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) MUN pertama di The Tavia Heritage Hotel Jakarta pada Jumat (28/2).
MUN melihat Danantara sebagai jalan untuk menciptakan kesejahteraan, perekonomian masyarakat, dan ketahanan nasional di bidang pangan. Selain itu, Danantara juga mendukung nasionalisasi pembangunan.
Sekjen Majelis Ulama Nusantara (MUN), Kiai Alwiyan Qosid Syam’un berharap Danantara dapat menciptakan pemerataan pembangunan dan ekonomi masyarakat Indonesia.
“Kami berharap Danantara tidak hanya sampai di situ, tetapi lebih jauh lagi demi kedaulatan dan ketahanan nasional melakukan upaya nasionalisasi perekonomian di bidang pangan dan energi karena sejalan dengan Pasal 33 UUD 45 dan Pasal 51 UU No. 5 Tahun 1999. Insya Allah, dengan nasionalisasi tersebut rakyat bisa sejahtera, ekonomi akan tumbuh merata, dan ketahanan nasional stabil kuat dengan syarat dikelola secara profesional dan tanpa KKN,” ujarnya.
Menurutnya, jika urusan perut rakyat, hajat hidup rakyat, industri strategis, dan energi dikuasai swasta dari hulu ke hilir, maka ketahanan nasional bisa terganggu.
Kiai Alwiyan menambahkan bahwa ekonomi Indonesia seharusnya berbasis pada ekonomi kerakyatan. Namun, dalam praktiknya, ekonomi Indonesia malah disimpangkan ke ekonomi liberal atau pasar bebas.
“Padahal di dalam Pasal 51 Undang-Undang No. 5 Tahun 1999, segala cabang produksi ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak diatur oleh undang-undang yang diselenggarakan oleh BUMN. Prinsip ini jelas sejalan dengan Pasal 33 UUD 45. Namun, kenyataannya swasta mendapat izin usaha dan ikut campur hingga pasar dikuasai swasta dari hulu ke hilir. Di sinilah negara tidak lagi berdaya terhadap pembangunan kesejahteraan rakyat, kedaulatan pangan dan energi, pengendalian harga, yang akhirnya menyebabkan ketahanan nasional rapuh,” tambahnya.
Kiai Alwiyan juga menekankan pentingnya memperkuat ideologi Pancasila dan pemahaman keagamaan yang moderat. Selain itu, penguatan ketahanan pangan dan energi sangat penting sebagai kunci ketahanan nasional. Modernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista) militer juga diperlukan untuk menghadapi tantangan geopolitik.
Menurutnya, ketahanan ekonomi dan pangan harus diperkuat agar masyarakat tetap stabil menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
“Ketahanan nasional yang baik akan membuat kita lebih siap menghadapi ancaman dari luar,” pungkasnya.
Editor: Merwanda











