PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah remaja di Kampung Pakalongan, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, berharap Kereta Api Rangkasbitung-Labuan kembali beroperasi. Mereka menganggap kereta api sebagai moda transportasi murah dan mudah dijangkau.
Namun, belum ada kepastian kapan kereta ini akan beroperasi lagi. Proyek reaktivasi jalur Kereta Api Rangkasbitung-Labuan, yang dijadwalkan mulai 2025, kini terancam batal. Kebijakan efisiensi anggaran, berdasarkan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2025, menjadi penyebabnya.
Anggaran untuk proyek ini, yang sudah tercatat dalam DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, juga terdampak. Akibatnya, proyek reaktivasi jalur kereta api tersebut terancam batal.
Seorang remaja dari Kelurahan Kadomas, Ahmad Raditya, menyesalkan jika proyek tersebut dibatalkan. “Kalau ada Kereta Api Rangkasbitung-Pandeglang (Kelurahan Kadomas) kan jadi dekat. Terus murah lagi, dibanding naik angkot atau bus kan mahal,” ujarnya.
Ahmad berharap proyek ini tidak dibatalkan. Jika dibatalkan lagi, warga Pandeglang akan kecewa. “Sebab sudah ke sekian kalinya kalau sampai kembali dibatalkan,” katanya.
Kepala Bidang Angkutan Umum dan Terminal Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, Edi Mulyadi, mengonfirmasi kemungkinan pembatalan proyek. “Ada kemungkinan dibatalkan untuk proyek pembangunan jalur rel Kereta Api-nya, karena terdampak kebijakan efisiensi anggaran,” katanya.
Edi menambahkan bahwa meski belum ada pembatalan secara tertulis, informasi yang diterima masih secara lisan. “Jadi tahun 2025 ini hanya ada anggaran untuk pembayaran dana kerohiman bagi warga terkena dampak saja. Sedangkan anggaran untuk pembangunan jalur relnya tidak ada anggaran,” jelas Edi.
Editor: Merwanda











