LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Lebak, memprediksi akan mengalami krisis stok darah mulai pekan kedua ramadhan 2025. Dimana, kebutuhan darah selama bulan Ramadhan di kabupaten Lebak mencapai 2.400 kantung darah, sementara stok darah diperkirakan hanya mencapai 1.900 kantung darah.
“Tentunya, walaupun bulan ramadhan, donor darah bagi yang bisa tetap donor Sehingga, stok darah di lebak tetap terjaga,” kata Sekda Lebak Budi Santoso, Senin 3 Maret 2025.
Dia mengatakan, pemkab lebak selalu monitoring stok darah di UDD PMI Lebak. Karenanya, pihaknya mengimbau kepada masyarakat terlebih ASN untuk mendonor bila memang memenuhi syarat sebagai pendonor.
Donor darah selain untuk kemanusiaan juga dapat menurunkan terkena penyakit, khusunya jantung.
“ASN yang muda-muda dan sehat untuk rutin donor darah, pelayanan di UDD PMI Lebak sudah sangat baik dan siap melayani dengan sepenuh hati,” katanya.
Budi sendiri merupakan pendonor sejak tahun 2004. Donor dilakukan rutin setiap 2 bulan sekali.
“Donor rutin setiap 2 bulan sekali, sejak tahun 2004. Ini yang terpenting, donor merupakan salah satu sedekah yang bisa menyelamatkan nyawa orang yang lagi membutuhkan,” tuturnya.
Selain itu dengan donor darah rutin, kata Budi dapat menjaga kebugaran atau kesehatan. Seperti, dapat menurunkan resiko terkena penyakit jantung, terutama pada laki – laki sebesar 30 persen, serangan jantung koroner dan stroke karena memungkinkan terjadinya pergantian sel darah baru, dan badan merasa sehat.
“Donor juga memperlancar aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri. Rajin mendonorkan darah kira-kira mampu menurunkan risiko serangan jantung. Enggak cuma itu, donor darah juga bisa meminimalkan risiko kanker, stroke, dan serangan jantung,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











