LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Bupati Kabupaten Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya memberikan protes terkait pencantuman nama Penjabat (Pj) Bupati dalam prasasti yang ada di Gedung Negara Bupati Lebak.
Hasbi menilai, tindakan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan bisa menimbulkan kesan yang salah di mata masyarakat.
Dari pantauan Radar Banten, usai tiba di Pendopo Bupati dirinya langsung masuk ke Gedung Negara dan memberikan komentar terkait keberadaan prasasti yang menuliskan nama beberapa Penjabat (Pj) yang pernah memimpin Lebak.
Mereka di antaranya Dede Jaelani selama tiga bulan selama 2013-2014, Ino Sutisno Suswito selama empat bulan tahun 2018-2018, Iwan Kurniawan selama sembilan bulan tahun 2023-2024 dan Gunawan Rusminto selama enam bulan tahun 2024-2025.
“Nah itu kan menyalahi aturan, Bupati dan Wakil Bupati ini adalah jabatan politik, artinya dipilih oleh publik artinya jabatan publik. Dipilih langsung oleh rakyat, seorang ASN tidak bisa menjadi bupati kecuali dia mengundurkan diri,” kata Hasbi ditemui usai sidang paripurna di Gedung DPRD Lebak, Senin 3 Maret 2025.
Menurut Hasbi hal tersebut menjadi bahan evaluasi terkait etika pemerintahan, mengingat Pj Bupati adalah pejabat sementara yang hanya menjabat hingga adanya Bupati definitif atau terpilih.
“Seorang ASN tidak bisa menjadi bupati, kecuali dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ASN dan mencalonkan diri sebagai Bupati, ada nama Pj di situ itu sama saja menyimpangkan sejarah. Tidak mencotohkan yang baik kepada ASN yang lain, saya harap meminta kepada Pak Sekda untuk diubah,” pungkasnya.
Sementara itu, Gunawan Rusminto mantan Pj Bupati Lebak, menyampaikan bahwa penulisan nama beberapa Pj di prasasti merupakan bentuk penghargaan agar tidak melupakan sejarah dan perjuangannya.
“Itu berprinsip tidak mau melupakan sejarah jas merah. Walaupun ada Pj, walaupun ada PLT, tetap ditulis namanya satu, poin pertamanya itu,” kata Gunawan usai hadir di Pendopo Bupati Lebak.
Ia menjelaskan, bahwa poin penting penulisan nama Pj di prasasti sebagai bagian tidak melupakan sejarah kepada orang yang sudah berjasa memimpin Lebak.
“Yang keduanya, tidak boleh melupakan sejarah jas merah. Yang ketiganya di kabupaten lain sama tertulis tiga namanya. Jadi kita memberikan apresiasi kepada pejabat-pejabat yang terdahulu. Ke Pak Iwan, 9 bulan, dia bisa membuat perubahan buat besar di Kabupaten Lebak,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











