SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang mengajak seluruh stakeholder berkolaborasi untuk memperbaiki objek wisata Kacida Cibuntu yang berada di Desa Padarincang, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
Kepala Diaporapar Kabupaten Serang Anas Dwisatya Prasandaya mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Macan Ketawa, Desa Padarincang terkait kondisi yang menimpa objek wisata Kacida Cibuntu yang rusak akibat diterjang banjir.
“Informasi yang kita terima kerusakannya mencapai 80 persen, yang tersisa hanya bangunan-bangunan permanen saja, sementara untuk gazebo dan bangunan lain yang tidak permanen itu hilang. Bahkan jembatannya juga rusak,” katanya saat ditemui di Setda Pemkab Serang, Senin 10 Maret 2025.
Ia mengaku, akan segera meninjau langsung untuk melihat kondisi kerusakan yang terjadi di desa wisata. Pihaknya juga akan memetakan tingkat kerusakan sekaligus memetakan langkah-langkah untuk perbaikan objek wisata Kacida Cibuntu.
“Besar kecilnya kita belum tahu, yang pasti akan kita tinjau dulu kerusakannya sejauh mana, nanti langkah-langkah apa ang akan diambil, lalu kerusakan apa saja itu akan kita laporkan ke pihak-pihak yang telah memantu,” ujarnya.
Anas mengaku, objek wisata Kacida Cibuntu merupakan salah satu desa wisata yang sedang berkembang. Bahkan, tingkat kunjungan perbulannya sudah cukup tinggi dan ada banyak wisatawan yang kemah di lokasi tersebut.
“Sayang padahal sedang berkembang-berkembangnya, cuman terkena musibah. Kunjungannya sudah lumayan banyak, nantinya memang perlu penataan lebih lanjut,” ujarnya.
Anas mengaku tidak bisa memastikan berapa lama proses perbaikan bisa dilakukan. Namun biasanya untuk perbaikannya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kekuatan anggaran yang dimiliki. “Karena kita bangunnya juga bertahap, dan pembangunan cukup lama. Memang harus ada intervensi dari dana desa dan APBD,” tegasnya.
Ia pun meminta agar pengelola wisata dapat memperhatikan aspek-aspek khususnya keamanan sehingga bisa mengantisipasi terjadinya bencana serupa dan menjaga keamanan wisatawan yang berlibur. “Perlu ada kewaspadaan dari pengelola wisata. Nanti perlu dilihat lagi apakah di geser ke atas, dilihat potensinya yang paling mendukung,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











