SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 250 pengurus utama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banten mengikuti Kemah Bela Negara (Kembara) yang dilaksanakan di Gunung Malang, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang yang dilaksanakan sejak 10 sampai 13 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Banten untuk membentuk kader berkarakter disiplin, tangguh, serta memiliki semangat kebersamaan dan jiwa bela negara.
Ketua DPW PKS Banten, Muhammad Najib Hamas, mengatakan Kembara merupakan instrumen penting dalam proses kaderisasi PKS.
Kegiatan tersebut untuk membentuk kader-kader yang memiliki jiwa soliditas yang kuat dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat yang semakin kompleks.
“Kegiatan Kembara merupakan salah satu instrumen kaderisasi yang harus dijalankan di PKS, dengan harapan soliditas kader partai dapat meningkat dalam upaya menghadapi problematika di tengah masyarakat yang begitu kompleks,” katanya.
Pada pelaksanaan Kembara tersebut, para peserta juga mendapatkan berbagai materi dan aktivitas yang dirancang untuk memperkuat karakter kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan dalam memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Sementara itu, Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara DPW PKS Banten, Hapid Askalani, mengatakan pelaksanaan Kembara merupakan agenda pembinaan berkelanjutan yang akan dilaksanakan untuk seluruh jenjang keanggotaan PKS.
“Setelah kegiatan ini akan ada Kembara berikutnya untuk anggota Madya dan Dewasa, insya Allah di bulan Agustus,” tegasnya.
Hapid berharap, melalui pelaksanaan kegiatan kembara tersebut, diharapkan mampu melahirkan kader yang semakin disiplin, solid, serta memiliki semangat bela negara dalam menjalankan peran dan pengabdiannya di tengah masyarakat.
Kembara di Gunung Malang juga menjadi momentum konsolidasi kader PKS Banten sekaligus mempertegas komitmen partai dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan siap memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
Editor Daru











