SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Provinsi Banten berencana anak memberikan bantuan berupa benih padi yang super genjah agar para petani di Banten dapat meningkatkan produktivitas dengan menambah indeks pertanaman.
Hal itu disampaikan oleh Gubernur Banten Andra Soni pada saat melaksanakan panen padi di Kampung Dermayon, Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Kegiatan panen padi juga dilakukan secara virtual dengan 13 provinsi lainnya di Indonesia.
Andra Soni mengatakan, ia memiliki target produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Banten bisa meningkat hingga 2,8 juta ton.
“Ini tujuan kita bersama, tahun ini kita punya target 2 kali lipat itu bisa terjadi ketika ketersediaan air sudah terpenuhi. Target kita dari 1,7 juta ton menjadi 2, sekian juta ton,” katanya, saat ditemui, Senin 7 April 2025.
Untuk dapat merealisasiskan target tersebut, ada beberapa aspek yang harus terpenuhi, mulai dari kebutuhan air yang terpenuhi serta ketersediaan pupuk untuk para petani. Bahkan hasil panen yakni gabah dibeli dengan harga tinggi Rp6.500 per kilogram.
“Alhamdulillah ada testimoni langsung dari petani, bahwa mereka sangat senang, lalu ada harapan-harapan terkait kemajuan yang didapat seperti ketersediaan air sepanjang musim, pupuk yang sudah lancar, harga panen yang sudah sangat baik,” ujarnya.
Selain itu, agar target tersebut dapat terealisasi, dibutuhkan juga benih yang super genjah supaya petani bisa cepat tanam dan cepat panen. Untuk itu, Pemprov Banten berencana akan memberikan bantuan benih.
“Insya Allah Pemprov Banten akan menindaklanjutinya dengan menyiapkan benih. Saya sudah berbicara dengan ketua DPRD untuk memberikan bantuan benih, supaya cepat panen cepat juga tanam,” tegasnya.
Selain itu, akan ada pula bantuan dari pemerintah pusat berupa mesin kombain untuk membantu kelompok tani di Kramatwatu saat melakukan panen, sehingga proses panen dapat dilakukan dengan cepat dan hasilnya maksimal.
“Tadi dijelaskan oleh Presiden langsung, alhamdulillah akan dikirim segera alatnya. Lalu provinsi juga harus memikirkan itu, kita akan berkoordinasi dengan seluruh dinas pertanian se-Provinsi Banten,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauhid mengaku optimis dapat merealisasikan target produksi 2,8 juta ton GKG di tahun ini.
“Kenapa kami optimis ya pertama faktor air melalui perbaikan irigasi menambah irigasi perpompaan ini untuk memperkuat, ada kegiatan dengan PUPR balai besar masif perbaikan irigasi sehingga dari situ air tersedia sepanjang musim,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Agus, faktor ketersediaan pupuk juga saat ini cukup aman. “Bahkan Pak Gubernur akan segera memberikan benih kepada petani Banten,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga berencana akan memaksimalkan pengairan dengan membuat irigasi perpompaan untuk sawah-sawah tadah hujan di Banten.
“Kami akan menyasar sawah tadah hujan, karena irigasi sudah bagus, tadah hujan kami perbaiki dengan sumur irigasi permukaan dengan pompa sehingga yang semula hanya bisa sekali tanam bisa dua kali, yang dua kali bisa tiga kali,” pungkasnya.
Editor : Aas Arbi











