LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Seba Baduy, even tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak direncanakan bakal digelar pekan pertama atau pekan kedua Mei 2025 di Alun-alun Rangkasbitung.
Seba Baduy tahun ini adalah Seba Baduy Gede. Mereka akan bersilaturahim dengan Bupati Lebak dan setelah itu melakukan Seba kepada Bapak Gede (Gubernur Banten) di Serang.
Seba Baduy menjadi salah satu even di Provinsi Banten yang masuk dalam Kharisma Even Nasional Kementerian Pariwisata tahun 2025 ini.
“Menurut infofmasi dari Pak Jaro pamarentah Kanekes perkiraan awal Mei minggu pertama atau kedua. Keputusan resmi tanggalnya masih dikomunikasikan dengan lembaga adat,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Imam Rismahayadin, Senin 7 April 2025.
Dia mengatakan, tokoh kokolot Baduy pekan depan akan segera membahas terkait rencana pelaksanaan Seba Baduy.
“Rencana Minggu depan ada riungan baris kolot Baduy untuk membahas terkait seba,” ujarnya.
Meskipun Seba Baduy ini menjadi kegiatan rutin, Pemkab lebak akan terus mengelaborasi agar kegiatan ini menjadi menarik baik dari segi pariwisata dan berdampak secara ekonomi kepada masyarakat.
“Kita terus mempersiapkan kegiatan ini agar berjalan tertib, lancar dan sukses,” katanya.
Dia mengatakan, even Seba Baduy diperkirakan akan menarik ribuan wisatawan yang datang ke Lebak untuk melihat langsung prosesi tradisi adat. Apalagi, Pemkab Lebak bakal menggelar berbagai kegiatan untuk menghibur wisatawan lokal dan mancanegara mulai dari produk UMKM sampai pentas seni budaya sebelum dan sesudah Seba Baduy.
“Saya berharap, kegiatan Seba Baduy berjalan tertib dan lancar,” katanya.
Imam menyatakan, masyarakat adat Baduy tiap tahun menggelar tradisi Seba Baduy menghadap ibu gede (Bupati). Mereka biasanya membawa hasil bumi untuk diserahkan kepada Bupati dan Gubernur Banten.
“Masyarakat adat Baduy Dalam jalan kaki dari Ciboleger ke Rangkasbitung, sedangkan untuk masyarakat adat Baduy Luar naik kendaraan,” katanya.
Seba Baduy merupakan tradisi unik yang tidak ada di kabupaten/kota lain di Indonesia. Tradisi tersebut sudah dilaksanakan sejak zaman Kesultanan Banten. Masyarakat adat Baduy dalam harus jalan kaki puluhan kilometer untuk bersilaturahmi dengan pemimpin pemerintahan.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya











