KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN. CO. ID – Salah seorang orang tua siswa SMAN 18 mengeluhkan kegiatan studi kampus yang akan dilakukan oleh SMAN 18 Kabupaten Tangerang pada bulan Mei 2025.
Orang tua murid yang enggan disebutkan namanya tersebut menganggap bahwa kegiatan study tour tersebut berkedok dengan kemasan studi kampus.
Dirinya juga mengaku keberatan dengan biaya kegiatan di Bali tersebut yang mencapai jutaan rupiah.
Akhirnya, karena tak ada biaya anaknya pun menjadi salah satu siswa yang tidak mengikuti acara tersebut.
“Jelas, saya merasa keberatan, bayarnya per siswa Rp 3 juta. Kegiatan studi tur berkedok studi kampus. Apa bedanya sama jalan-jalan? Apa enggak bisa diganti dengan kegiatan yang tidak terlalu menguras biaya? Ini kan sekolah negeri, harusnya tidak memberatkan kami sebagai orang tua,”,tukasnya.
Pihak SMAN 18 Kabupaten Tangerang memberikan klarifikasi terkait adanya wali murid yang keberatan dengan program studi kampus, karena biayanya dinilai terlalu mahal.
Wakil Humas SMAN 18 Kabupaten Tangerang, Odiet Dinasti Pandawa, membenarkan adanya rencana kegiatan sekolah ke luar Banten tersebut.
Namun, kata Odiet, kegiatan tersebut bukan study tour, melainkan kegiatan studi kampus ke sejumlah universitas di wilayah Semarang, Yogyakarta, hingga Bali.
“Jadi, saya klarifikasi dulu ya, yang ini namanya studi kampus, bukan studi tur, yang tujuannya itu untuk mengenalkan anak-anak dengan dunia perkuliahan. Dan ada beberapa kampus yang dikunjungi di antaranya Unes, Akpol, dan Udayana Bali,” ungkap Odiet kepada sejumlah wartawan, Kamis, 17 April 2025.
Odiet juga menegaskan bahwa kegiatan studi kampus dengan biaya sekitar Rp3 juta per siswa tersebut bukan diinisiasi oleh pihak sekolah, melainkan inisiatif dari para siswa Kelas XI.
Menurut Odiet, keputusan untuk melaksanakan kegiatan sekolah hingga ke Bali itu juga sudah melalui kesepakatan orang tua siswa. Meski, tidak dipungkiri juga banyak siswa yang tidak bisa mengikutinya karena terkendala biaya.
“Namun ini tidak ada paksaan, yang tidak bisa ikut ya enggak apa-apa, tidak dipaksa harus ikut,” ujarnya.
Odiet juga mengatakan bahwa studi kampus ke luar daerah itu juga sudah disetujui oleh Komite Sekolah.
Dalam pelaksanaannya nanti, pihak sekolah akan menggunakan jasa travel sebagai pemandu kegiatan itu.
“Nah, rapat studi kampus ini dilaksanakan sekitar Bulan Agustus 2024 di tahun ajaran baru sebelum ada kebijakan terkait larangan studi tur dari kepala daerah,” kata Odiet.
Editor: Agus Priwandono











