SERANG RADARBANTEN.CO.ID- Disnakertrans Kabupaten Serang akan memberikan pelatihan kerja kepada para pelaku tindak pidana yang kasusnya diselesaikan melalui restorative justice (RJ) oleh Kejari Serang.
Hal itu dilakukan karena mayoritaa penerima restorative justice berasal dari kalangan ekonomi bawah sehingga perlu diberikan keterampilan dengan diberikan pelatihan menjadi barista.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja pada Disnakertrans Kabupaten Serang, Achmad Afandi mengatakan, ada tiga orang yang kasusnya selesai lewat pendekatan tersebut. Mereka pun rencananya akan diberikan pelatihan.
“Tiga orang ini bukan kasus berat, hanya saja mereka tidak mendapatkan keadilan atas masalahnya, yang diselesaikan melalui restorative justice. Sehingga, diberikan pelatihan kerja dan mereka pengennya dilatih menjadi barista agar nanti dapat kembali bekerja,” katanya, Selasa 6 Mei 2025.
Afandi mengatakan, pelatihan kerja bagi penerima restorative justice ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang dilakukan dengan Kejari Serang, sebagai bagian dari sanksi sosial atau sebagai upaya pemulihan dan reintegrasi ke masyarakat.
Tujuannya, untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan kerja, agar mereka lebih siap untuk kembali ke masyarakat dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.
“Disisi lain, pelatihan ini juga dapat membantu mencegah penerima keadilan restoratif ini untuk kembali melakukan tindak pidana. Kami dipercaya untuk memberikan pelatihan ke mereka, hasil dari MoU dengan Kejari Serang,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelatihan barista kepada tiga orang tersebut akan dimulai pada Juni 2025 yang berlangsung selama kurang lebih 20 hari, yang dilaksanakan di Kantor Disnakertras Kabupaten Serang.
Pelatihan ini juga, bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, sebagai seseorang yang mengajarkan cara menjadi barista ke tiga orang tersebut.
“Pelatihan mulainya Juni, selama 20 hari tergantung dari silabusnya, kerjasama dengan BBPVP sebagai yang mengajarinya. Selama pelatihan ini, tiga orang tersebut dapat uang saku dan setelah selesai diberikan perlengkapan seperti alat membuat kopi tapi ini yang versi sederhananya,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda