CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Duka menyelimuti rombongan calon jemaah haji asal Kota Cilegon. Dua minggu jelang keberangkatan ke Tanah Suci, salah satu jemaah, Suherman, meninggal dunia. Padahal, semua biaya perjalanan sudah ia lunasi, dan namanya pun masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini.
“Qadarullah, ada satu jemaah yang sudah lunas dan siap berangkat, namun meninggal dunia,” ujar Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Cilegon, Jarkoni, saat dihubungi via telepon, Selasa, 6 Mei 2025.
Suherman diketahui tidak memiliki riwayat sakit serius dan sebelumnya masih beraktivitas seperti biasa. Kini, keluarga tengah mengurus proses pelimpahan kursi haji tersebut agar bisa dialihkan kepada anaknya.
“Kalau administrasi dan dokumennya bisa selesai dalam waktu dekat, maka anaknya bisa berangkat tahun ini menggantikan almarhum. Tapi kalau tidak selesai, pelimpahan bisa ditunda ke tahun depan,” jelas Jarkoni.
Pelimpahan kursi ini memang butuh penyesuaian data dan pengurusan visa yang waktunya cukup mepet. Kalau tidak rampung tepat waktu, keberangkatan sang anak baru bisa dilakukan musim haji berikutnya.
Sementara itu, secara umum, persiapan keberangkatan jemaah haji asal Cilegon sudah masuk tahap akhir. Total ada 634 orang—terdiri dari jemaah dan petugas—yang akan berangkat dalam dua kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 44 dan Kloter 54 JKG.
“Alhamdulillah, untuk data dokumen sudah lengkap. Jemaah juga sudah mengikuti manasik secara menyeluruh. KUA semua sudah selesai, dan 100 persen jemaah Cilegon ikut. KBHU juga optimal dalam memberikan bimbingan manasik,” terang Jarkoni.
Kloter 44 akan berangkat lebih dulu, yaitu pada 19 Mei 2025. Sebanyak 393 orang akan dilepas dari halaman DPRD Kota Cilegon pukul 11.00 WIB, lalu tiba di Asrama Haji Pondok Gede pukul 15.50 WIB.
Karena kapasitas pesawat Garuda Indonesia hanya menampung 393 penumpang, sisanya—sebanyak 231 orang—akan masuk dalam Kloter 54 yang dijadwalkan berangkat pada 24 Mei 2025. Lokasi kumpul dan jam keberangkatan masih sama seperti kloter pertama.
Kloter 54 akan digabung dengan jemaah dari daerah lain seperti Serang dan Kabupaten Serang. Tapi data gabungan final masih menunggu konfirmasi dari Kanwil Kemenag Banten.
“Jumlah jemaah murni dari Kota Cilegon ada 617 orang, ditambah petugas menjadi total 634,” tutup Jarkoni.
Editor: Merwanda











