CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Cilegon kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan investasi di Provinsi Banten.
Hal ini terungkap dalam laporan realisasi investasi triwulan pertama (Januari–Maret) 2025 yang dirilis oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten di Kantor DPMPTSP Kota Cilegon, Rabu 7 Mei 2025.
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, mengungkapkan bahwa sejak lama Cilegon memiliki daya tarik investasi yang kuat.
Letak geografisnya yang strategis, berada di jalur Selat Sunda sebagai pintu gerbang Pulau Jawa dan Sumatera, serta keberadaan kawasan industri menjadikan Cilegon pusat pertumbuhan dengan daya saing regional, nasional, hingga internasional.
“Dari keunggulan-keunggulan tersebut, Kota Cilegon berkembang pesat dalam sektor industri, perdagangan dan jasa,” kata Virgojanti.
Ia memaparkan, pada triwulan pertama 2025, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Cilegon mencapai Rp1,3 triliun dari 283 perusahaan, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp4,9 triliun dari 120 perusahaan. Total realisasi investasi Cilegon pun menembus Rp6,2 triliun.
“Dengan capaian ini, Cilegon menempati peringkat ke-5 untuk PMDN, peringkat ke-2 untuk PMA, dan peringkat ke-3 untuk total investasi se-Provinsi Banten,” jelasnya.
Virgojanti menekankan, selain pembangunan fisik, tugas pemerintah adalah memastikan hadirnya efek berganda (multiplier effect) melalui pemberdayaan dan pelayanan publik yang berkualitas.
Menanggapi capaian ini, Anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana Putra, mengingatkan agar peningkatan investasi tidak hanya berdampak pada angka, tetapi juga pada pemerataan manfaat.
Ia menyoroti pentingnya pelibatan pengusaha lokal dalam setiap aktivitas investasi di Kota Cilegon.
“Jangan sampai investasi terus meningkat, tapi pengusaha lokal tidak bisa merasakan manfaatnya,” ujar Dede.
Ia juga mengungkapkan keluhan dari sejumlah investor yang merasa kurang nyaman karena gangguan dari kelompok-kelompok tertentu. Oleh karena itu, menurutnya, dialog bersama tokoh masyarakat.
Editor: Abdul Rozak











