SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang melakukan upaya-upaya untuk mengantisipasi abrasi, khususnya di wilayah pantai utara Kabupaten Serang.
Mereka memfokuskan penanaman di dua lokasi yakni di Desa Lontar, Kecamatan Pontang dan Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa dengan menggandeng serta pihak swasta.
Penyuluh Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Deni Hardiana mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengenai luas wilayah yang terdampak abrasi di Potirta. Pasalnya, hal tersebut merupakan kewenangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten.
Meskipun demikian, untuk upaya penanggulangan abrasi, DLH Kabupaten Serang melakukan berbagai upaya untuk melakukan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai utara Kabupaten Serang.
“Kita gandeng CSR dari perusahaan untuk penanaman mangrove. Saat ini ada dua lokasi yang menjadi fokus penanaman yaitu di Desa Lontar dan Desa Tengkurak,” katanya.
Ia mengatakan, ada sekitar tiga perusahaan yang konsen ikut dalam penanaman mangrove di Pantai Utara Kabupaten Serang. Mereka adalah PT LBE, PT Indonesia Power dan PT Candra Asri. “Untuk PT LBE dan Indonesia Power saat ini ada Lontar sementara untuk PT Candra Asri ada di Desa Tengkurak,” ujarnya.
Di Desa Tengkurak sendiri, ditargetkan 100 hektar lahan akan ditanami oleh pohon mangrove oleh PT Candra Asri. “Ada sekitar 950 ribu pohon yang akan ditanam. Penanamannya bertahap, MoU pertama 5 tahun,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng serta masyarakat yang ada di pesisir pantai utara untuk perduli dan menjaga lingkungan mereka. Salah satunya ialah dengan melibatkan mereka dalam penanaman pohon mangrove di Lontar dan Tengkurak.
Editor: Abdul Rozak











