PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 58 warga Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, sukses menciptakan motif batik khas Pandeglang. Ke-58 warga itu sukses menciptakan motif batik setelah sebelumnya mendapatkan pendampingan dari Universitas Multimedia Nusantara.
Ketua Kelompok Batik Desa Bandung, Rosita mengatakan, ada empat motif batik yang telah diciptakan Desa Bandung.
“Pertama ialah motif ikan Sinyonya. Merupakan ikan purba khas Pandeglang,” katanya kepada Radar Banten, Selasa, 13 Mei 2025.
Selanjutnya, motif kopi puhu, diambil dari kopi asli Desa Bandung. Lalu motif daun Pandan dan alat kesenian digunakan debus yaitu motif Almadad.
“Hasil karya batik ini buah dari hasil pendampingan dari UMN yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Bandung. Alhamdulillah, setelah didampingi kini kami bisa secara mandiri membatik dengan menggunakan canting,” katanya.
Rosita mengungkapkan, saat ini ke-58 warga dibagi dalam enam kelompok. Setiap kelompoknya memiliki tugas membatik.
“Untuk menciptakan kain batik asli Desa Bandung. Yaitu membuat kait batik motif Sinyonya,” katanya.
Motif batik Sinyonya menjadi bagian pilot project kelompok batik Desa Bandung.
“Menciptakan motif batik ini tidaklah mudah. Dibutuhkan keuleutan dan kehati-hatian agar mendapatkan motif batik yang bagus dan rapi,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











