SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pelaku teror yang mengancam membunuh ibu rumah tangga dan anaknya di Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, diidentifikasi polisi. Polisi sedang mengumpulkan keterangan saksi dan bukti petunjuk untuk mengungkap identitas pelaku.
“Masih kita lakukan penyelidikan terhadap pelaku,” ujar Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady, Minggu, 5 Juli 2026.
Kasus teror tersebut dilakukan beberapa kali. Awalnya pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor dan menghampiri rumah Zaenal Muttaqin di Blok F Nomor 23 pada Rabu, 24 Juni 2026.
Pada saat itu, pelaku bertemu dengan istri Zaenal, Riska, dan anaknya yang masih balita. Pertemuan tersebut membuat Riska seketika panik. Sebab, orang asing tersebut berusaha masuk ke dalam rumah. Namun, Riska langsung sigap menghalaunya dengan menutup pintu rumah.
Keesokan harinya, pelaku tersebut kembali datang. Ia mengetuk pintu pada saat kondisi sekitar sedang sepi. Riska yang melihat pelaku seketika berteriak minta tolong sehingga pelaku langsung kabur.
Selanjutnya, pada Senin, 29 Juni 2026, pelaku kembali datang. Namun, pelaku tidak mengetuk rumah melainkan melempar beberapa kertas dan beberapa helai pakaian dalam perempuan yang berisi ancaman pembunuhan terhadap Riska dan anaknya.
Selain ancaman pembunuhan, pelaku juga menuliskan pesan ajakan agar korban mau melakukan berhubungan badan dengannya.
“Korban mendapat ancaman beberapa kali,” kata Andi.
Mendapat ancaman tersebut, Zaenal lantas melaporkannya kepada ketua RT setempat dan memperlihatkan teror yang dikirim pelaku.
Pesan teror tersebut kemudian direkam dan menyebar di media sosial (medsos), sehingga viral.
“Kami setelah mendapat informasi tersebut langsung mendatangi lokasi bersama unsur Muspika,” kata Kapolsek Ciruas, Kompol Salahuddin.
Salahuddin menduga, pelaku teror tersebut orang dekat. Saat ini, Polres Serang bersama Polsek Ciruas sedang menyelidiki kasus tersebut.
“Laporannya di Polres, tapi kita gabungan melakukan penyelidikan,” ujar mantan Kasatreskrim Polresta Serang Kota ini.
Ia mengatakan, kejadian teror tersebut dilakukan saat hanya korban dan anaknya sedang berada di rumah.
“Suaminya enggak ada, dia kerjanya kurir,” kata perwira menengah Polri ini.
Suami Riska, Zaenal mengakui, kejadian tersebut telah membuat istrinya syok. Istrinya jadi takut kalau ditinggal sendiri di rumah.
“Istri saya ketakutan,” katanya.
Zaenal berharap agar pelaku teror tersebut dapat segera ditangkap. Ia dan keluarganya ingin hidup tenang dan aman.
“Harapannya kepada pihak Kepolisian agar segera menindaklanjuti terkait adanya teror ini, supaya saya dan keluarga kembali aman,” tuturnya.
Editor: Agus Priwandono











