SERANG, RADARBANTEN. CO.ID – Beberapa hari terakhir, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan. Kondisi ini memicu minat beli di kalangan investor ritel.
Namun, para analis mengingatkan agar masyarakat tidak tergesa-gesa membeli emas, karena ada sejumlah faktor yang patut dicermati sebelum mengambil keputusan investasi.
Dilansir dari website Logammulia.com, harga emas Antam mengalami penurunan dari Rp 1.905.000 per gram menjadi Rp 1.884.000 per gram.
Meskipun secara psikologis penurunan ini tampak menggiurkan, para pakar menilai, situasi ini belum tentu menjadi waktu terbaik untuk membeli emas.
Sebab, penurunan harga emas saat ini lebih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed. Artinya, harga emas masih sangat rentan terhadap sentimen global.
Bisa jadi, situasi ini hanya koreksi jangka pendek sebelum turun lebih jauh.
Masyarakat juga perlu mempertimbangkan spread atau selisih harga beli dan harga jual kembali (buyback).
Saat ini, harga buyback emas Antam tercatat di kisaran Rp 1.732.000 per gram. Artinya, ada selisih lebih dari Rp 152.000 per gram yang berpotensi menjadi kerugian jika emas dijual dalam waktu dekat.
Dengan kondisi saat ini, investor juga disarankan untuk mempertimbangkan diversifikasi ke instrumen lain, seperti reksa dana pasar uang atau obligasi negara ritel, yang saat ini menawarkan imbal hasil kompetitif dengan risiko yang relatif terkendali.
Intinya, meski harga emas Antam tengah menurun, langkah impulsif justru bisa merugikan.
Investor disarankan untuk melakukan analisis mendalam, mempertimbangkan tujuan investasi jangka panjang, dan tidak tergiur hanya oleh tren sesaat.
Adapun tabel harga jual emas Antam per 13 Mei 2025 adalah sebagai berikut:
– 0,5 gram: Rp 992.000
– 1 gram: Rp 1.884.000
– 2 gram: Rp 3.708.000
– 3 gram: Rp 5.537.000
– 5 gram: Rp 9.195.000
– 10 gram: Rp 18.335.000
– 25 gram: Rp 45.712.000
– 50 gram: Rp 91.345.000
– 100 gram: Rp 182.612.000
– 250 gram: Rp 456.265.000
– 500 gram: Rp 912.320.000
– 1.000 gram: Rp 1.824.600.000.
Editor: Agus Priwandono











