LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang Lebaran Idul Adha atau hari raya kurban tahun 2025 masyarakat Kabupaten Lebak diminta cermat dalam membeli hewan kurban.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar mengimbau, masyarakat untuk lebih selektif membeli hewan ternak kurban, khususnya terkait kesehatannya.
“Ya, kami sudah mengingatkan agar jangan sampai ada Kerbau, Sapi dan Kambing yang masuk ke Lebak dengan memiliki penyakit karena, bisa merugikan warga,” kata Rahmat, Selasa 13 Mei 2025.
Dia mengatakan, penyakit yang perlu diwaspadai dari hewan ternak kurban seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) mesti menjadi perhatian supaya warga Lebak, bisa aman saat mengonsumsi daging kurban.
“Kami melakukan pengawasan di titik-titik masuknya hewan kurban dari luar Lebak untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu agar hewan kurban yang masuk le lebak benar-benar dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Kepada masyarakat Lebak, dia mengimbau supaya mewaspadai adanya kemungkinan penyakit tersebut supaya aman saat akan dikonsumsi.
“Warga masyarakat supaya lebih teliti dan berhati-hati saat akan membeli sapi, terutama saat pelaksanaan kurban seperti sekarang ini,” katanya.
Rahmat menambahkan, syarat minimal yang harus diketahui oleh pembeli, diantaranya hewan kurban yang dijual harus mengantongi surat keterangan sehat dan memenuhi syarat dari Dinas Peternakan setempat.
“Kemudian harus bebas dari penyakit individual dengan ciri demam akibat kepanasan atau kehujanan, kembung perut akibat makan rumput muda atau rumput basah, gangguan pencernaan, turunnya testis, cacat atau cacingan,” ujarnya.
Di Kabupaten Lebak, lanjut dia, tidak sembarang orang bisa menjual hewan ternaknya. Sebab pihaknya memperketat pemantauan dan pengawasan sejumlah pedagang hewan kurban musiman di berbagai lokasi di Kabupaten Lebak.
Menurutnya, para pedagang musiman ini harus mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) untuk masing-masing hewan kurban yang dijual, baik kambing, domba, maupun sapi.
“Pemeriksaan dan monitoring ini selalu dilakukan setiap waktu. Namun, untuk persiapan menjelang Idul Adha, intensitasnya diperketat mengingat banyak pedagang hewan kurban musiman muncul dibarengi dengan tingkat pembelian tinggi,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak











