SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Cilegon, Muhammad Salim diperiksa penyelidik Subdit 1 Kamneg Ditreskrimum Polda Banten, Kamis 15 Mei 2025. Pria yang akrab disapa Abah Salim itu diperiksa terkait permintaan jatah proyek PT Chandra Asri senilai Rp 5 triliun.
Informasi yang diperoleh, pemeriksaan terhadap pengusaha asal Kota Baja itu berlangsung sekira pukul 09.00 WIB. Saat proses pemeriksaan, Abah Salim tanpa didampingi kuasa hukumnya.
Sekira pukul 12.35 WIB, Abah Salim yang mengenakan kemeja berwarna biru dongker keluar dari ruang pemeriksaan. Ia turut didampingi penyelidik yang melakukan pemeriksaan terhadapnya.
Saat ditanya soal pemeriksaan, Abah Salim tak berkomentar dan hanya tersenyum. Penyelidik yang mendampinginya menyatakan pemeriksaan belum selesai. “Belum selesai, mau Salat. Istirahat dulu,” ungkapnya.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Hariyanto mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan atas permintaan jatah proyek senilai Rp 5 triliun tersebut. “Iya benar sedang dalam penyelidikan,” ujarnya.
Didik membenarkan penyelidikan tersebut dilakukan setelah video minta jatah proyek kepada perusahaan kontraktor asal China tersebut viral di media sosial (medsos). “Dasarnya karena viral itu (dilakukan penyelidikan-red),” kata mantan Kapolres Pacitan tersebut.
Ditanya soal adanya dugaan pengancaman dalam permintaan proyek tersebut, Didik belum dapat menyimpulkannya. Sebab, penyelidik baru memulai proses penyelidikan. “Sedang proses (penyelidikan-red), hasilnya nanti disampaikan,” kata alumnus Akpol 1999 ini.
Berdasarkan video yang beredar di medsos, terdapat pertemuan antara pihak yang diduga berasal dari Chengda Engineering Co dan pengusaha. Dalam pertemuan yang juga turut dihadiri penerjemah itu, seorang yang mengenakan baju berwarna putih dan dibelakangnya bertuliskan KADIN KOTA CILEGON dengan gambang meminta proyek. “Tanpa ada lelang, porsinya harus jelas, 5 triliun untuk Kadin, 3 triliun untuk (tidak terdengar jelas-red), dibagi,” katanya.
Ia mengatakan, proyek pembangunan pabrik kimia chlor alkali-ethylene dichloride (CA-EDC) yang akan dibangun PT Chandra Asri Petrochemical Tbk itu sangat besar. Proyek yang digarap Chengda Engineering Co itu bahkan disebut bernilai Rp 15 triliun. “Dari kegiatan Cengda ini besar sekali, triliunan. Kita bagi ajalah, masih ada 15 triliun, berapa untuk lokal,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak
Kadin Cilegon, Chandra Asri Alkali, Proyek Strategis Nasional, investasi Cilegon, pengusaha lokal, pabrik kimia, serapan tenaga kerja, pembangunan berkelanjutan, Kadin minta proyek, Polda Banten,











