TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Nippon Paint menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia arsitektur dan desain interior lewat kolaborasi bersama PDW. Keduanya hadir dalam talkshow bertema “Building a Sustainable Future through Collaboration” di pameran Arch:ID 2025 yang digelar di ICE BSD City pada 10 Mei 2025.
Public Relations Manager Nippon Paint Indonesia, Windy Sekar, mengatakan kolaborasi ini bertujuan mendukung praktik desain berkelanjutan bagi para arsitek dan desainer interior.
“Kami hadir sebagai mitra bagi para arsitek dan desainer interior, supaya mereka bisa menciptakan ruang yang tidak hanya indah, tapi juga sehat dan berkelanjutan,” jelas Windy, Kamis 15 Mei 2025.
Dalam kesempatan itu, Windy juga memperkenalkan aplikasi Nippon Paint i-Colour, sebuah alat bantu visualisasi warna bangunan yang bisa diakses gratis tanpa perlu login.
“Aplikasi ini dapat membantu desainer dan pemilik bangunan untuk melihat langsung hasil warna pada bangunan secara virtual, sehingga proses pemilihan warna menjadi lebih cepat, mudah, dan sesuai keinginan,” terangnya.
Aplikasi ini memiliki sejumlah fitur unggulan seperti Visualisator Warna untuk melihat langsung pilihan warna di bangunan, Galeri Ide untuk inspirasi kombinasi warna, Colour Picker yang bisa mencari warna hanya dengan memotret objek, serta Referensi Produk dan Toko Terdekat.
Selain itu, Nippon Paint juga memiliki layanan Corporate Colour Service. Layanan ini dirancang khusus untuk menciptakan warna cat sesuai dengan identitas merek perusahaan.
“Layanan ini membantu perusahaan, arsitek, dan desainer menciptakan identitas ruang yang kohesif dengan garansi warna 100 persen akurat dan konsisten,” kata Windy.
Windy menambahkan, kolaborasi ini menunjukkan bahwa desain berkelanjutan bisa dimulai sekarang juga, dengan pendekatan ramah lingkungan dan kerja sama dari berbagai pihak.
Sementara itu, Managing Director PDW, Ar. Prasetyoadi (Tiyok), menekankan bahwa desain berkelanjutan dimulai dari memahami kebutuhan masyarakat melalui riset dan pendekatan komprehensif.
Ia juga menyebut bahwa desain tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kolaborasi antara desainer, industri, pemerintah, dan masyarakat dalam berbagai aspek, termasuk pemilihan material.
“Seperti halnya dalam merancang bangunan yang menggunakan sumber daya alam secara bijak, misalnya dalam pemilihan cat. Kami pasti mencari cat yang memiliki inovasi dan ramah lingkungan dalam mewujudkan desain yang berkelanjutan dan fungsional bagi masyarakat dan lingkungan,” tandasnya.
Editor: Merwanda










