PANDEGLANG – Ratusan siswa SMK Negeri 9 Pandeglang di Kampung Sumur Waru, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang terpaksa melaksanakan aktivitas belajar di ruang kelas yang masih kebanjiran.
Aktivitas belajar tetap dilaksanakan karena ketinggian genangan banjir hanya puluhan sentimeter ditambah tengah melaksanakan sumatif atau penilaian akhir.
Penilaian sumatif berfungsi untuk menentukan kenaikan kelas atau kelulusan siswa.
Kepala SMK Negeri 9 Pandeglang Alan Agus Mulya mengatakan, banjir merendam ruang kelas dan ruang guru yang kedua kalinya di tahun 2025.
“Untuk banjir kali ini ketinggian genangan hanya beberapa sentimeter saja. Untuk aktivitas belajar tetap berjalan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon seluler, Selasa, 27 Mei 2025.
Aktivitas belajar terpaksa tetap dilanjutkan dikarenakan air mulai naik merendam ruang kelas ketika siswa kelas X dan XI tengah melaksanakan tes penilaian akhir atau sumatif. Tepatnya pada pukul 09.30 WIB pagi.
“Untuk pelaksanaan tes terus dilanjutkan sampai selesai. Alhamdulillah-nya banjir tidak terus naik tapi surut di siang harinya,” katanya.
Alan menjelaskan, banjir ini disebabkan intensitas hujan tinggi yang terus menerus dari semenjak hari Senin, 26 Mei 2025 hingga malam hari. Menyebabkan air selokan di belakang sekolah meluap.
“Air selokan meluap karena memang kondisi saluran airnya di hilirnya tengah banjir dan mengalami pendangkalan,” katanya.
Alan mengungkapan, sekolahnya berada di daerah langganan banjir. Dikarenakan bangunan sekolah di belakangnya dekat selokan dan sawah.
“Jadi ruang kelas di belakang dekat selokan dan sawah ini sering kebanjiran. Untuk hari ini ruang kelas yang terendam sebanyak enam ruang kelas dan ruang guru,” katanya.
Ketika ditanya, apa yang harus dilakukan untuk mencegah bencana banjir, Alan mengungkapkan, bencana banjir dapat dicegah dengan dibangun dam.
“Jadi dibuatkan pondasi serta pemagaran di halaman belakang sekolah. Kemudian sepanjang saluran selokannya yang saat ini berupa tanah agar dibangun pakai saluran berupa beton, seperti yang dipakai saat ini di jalan-jalan raya,” katanya.
Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Wilayah Pandeglang Dede Ruhyati mengatakan, selain SMK Negeri 9 Pandeglang yang kena banjir ialah SMK Negeri 6.
“SMK Negeri 6 Pandeglang di Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang ini termasuk paling sering kena damp











