SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Jumlah masyarakat yang melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digitalisasi (IKD) di Kabupaten Serang Baru sebanyak 59.842 orang atau baru sekitar 4,73 persen dari total wajib KTP di Kabupaten Serang.
Diketahui jumlah wajib KTP di Kabupaten Serang ada sebanyak 1.257.890 orang. Banyaknya masyarakat yang belum melakukan aktivasi IKD lantaran masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu IKD dan kegunaannya.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Warnerry Poetri mengatakan, baru sekitar 4,73 persen warga Kabupaten Serang yang melakukan aktivasi IKD. Masih cukup rendahnya capaian IKD di Kabupaten Serang lantaran beberapa faktor.
“Banyak masyarakat yang belum paham terkait dengan apa itu IKD, mereka belum belum tahu dengan IKD,” katanya, Sabtu 31 Mei 2025.
Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum yakin terhadap IKD karena mereka masih merasa KTP adalah berbentuk kartu seperti halnya yang selama ini mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi kalau masih pakai IKD ibaratnya kayak belum punya KTP. Makanya kan ketika orang itu sudah punya IKD, mereka masih tetap minta fisiknya padahal ketika sudah punya IKD tidak perlu dua-duanya. Nah artinya mereka masih belum yakin dengan hanya memegang IKD jadi masih maunya fisik,” ujarnya.
Tidak hanya itu, ada pula salah satu kendala terbesar ialah masih banyak masyarakat yang belum memiliki handphone sehingga mereka tidak bisa mengaktifkan IKD.
“Misalnya dalam satu keluarga masih punya handphone-nya satu. Sedangkan IKD itu kan satu gadget, satu handphone dan satu aplikasi,” ujarnya.
Saat ini baru ada beberapa lembaga yang menerima IKD, seperti bank, BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. Kondisi tersebut tentunya kian membuat warga belum melihat pentingnya IKD. “Masih banyak lembaga-lembaga pelayanan lain juga masih belum menerima IKD,” ujarnya.
Untuk mendongkrak capaian IKD, pihaknya kemudian berupaya untuk meminta kepada masyarakat yang membuat ataupun mencetak KTP, KK, akta dan dokumen kependudukan lainnya agar mau melakukan aktivasi IKD.
“Terus kemudian kita juga sering membuka outlet-outlet layanan ke desa-desa. Lalu bekerja sama juga dengan OPD lain kalau mereka punya kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak. Nah, itu kita juga ikut serta membuka layanan di situ,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











