TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pernah nggak, waktu buka tutup oli mobil, kamu lihat bagian dalam mesin yang warnanya mulai kuning kecokelatan, atau bahkan kehitaman?
Atau pas ngecek oli, ternyata teksturnya udah nggak cair lagi, tapi malah kayak bubur cokelat? Hmm, itu tandanya kamu sedang berhadapan dengan yang namanya oil sludge—si kerak bandel di dalam mesin.
Masalah ini biasanya muncul karena oli yang sudah mengalami oksidasi, alias berubah karena panas dan usia pakai. “Kalau sudah muncul tanda-tanda itu, berarti proses oksidasi pada oli sudah tinggi,” jelas Budi, pemilik Bengkel 88 yang berlokasi di Karawaci, Kabupaten Tangerang.
Nah, biar si sludge nggak makin parah dan bikin mesin kamu ngos-ngosan, kamu bisa pakai engine flush. Ini semacam cairan pembersih khusus yang fungsinya buat ngeluruhkan kotoran dan kerak di dalam mesin. Menurut Budi, kerak itu terbentuk karena uap oli yang terbakar di suhu mesin.
“Oksidasi pada oli membuat tingkat penguapan oli jadi tinggi. Nah, uap oli ini kemudian terbakar akibat suhu mesin, makanya timbul deposit,” katanya lagi.
Kapan Sebaiknya Melakukan Engine Flush?
Kalau mobil kamu sering dipakai buat harian di tengah kemacetan, sering bawa beban berat, atau malah jarang diservis, sebaiknya engine flush dilakukan lebih rutin. Secara umum, disarankan setiap 20.000 sampai 30.000 km, atau sekitar 4 sampai 6 kali ganti oli, tergantung usia dan kondisi mesin.
Dengan engine flush yang rutin, bukan cuma mesin yang jadi bersih dan enteng, tapi juga performanya tetap optimal, konsumsi bahan bakar jadi lebih irit, dan umur mesin pun bisa lebih panjang.
Jadi, jangan tunggu sampai mesin terasa berat atau ngadat. Rawat dari dalam, mulai dari sekarang. Mesin happy, kantong juga senang!
Reporter : Merwanda
Editor: AGung S Pambudi











