SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jumlah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Provinsi Banten tahun ini mencapai 202 ribu siswa. Namun, keterbatasan daya tampung SMA dan SMK negeri membuat tidak semua lulusan SMP bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan di sekolah negeri.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, kapasitas daya tampung SMA dan SMK negeri hanya sekitar 80 ribu siswa.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar rapat bersama Gubernur Banten, Andra Soni, dan jajaran Dindikbud Banten untuk membahas solusi keterbatasan kuota ini.
“Semalam (Sabtu, 31 Mei 2025) kami telah rapat dan menghitung kuota ruang belajar untuk SMA dan SMK negeri,” ujar Deden, Minggu, 1 Juni 2025.
Ia menjelaskan, dengan jumlah lulusan SMP sebanyak 202 ribu orang, sementara daya tampung SMA dan SMK negeri hanya 80 ribu, maka diperkirakan ada sekitar 122 ribu siswa yang tidak tertampung di SMA dan SMK negeri.
Untuk mengatasi persoalan ini, Pemerintah Provinsi Banten menghadirkan solusi melalui Program Sekolah Gratis yang diinisiasi oleh Gubernur, Andra Soni, dan Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah.
“Sesuai arahan pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur, para orang tua diimbau untuk memanfaatkan Program Sekolah Gratis ini,” tutur Deden.
Program Sekolah Gratis mulai diterapkan pada tahun ajaran baru ini di SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta di seluruh Provinsi Banten.
Pada tahun pertama, program ini menyasar siswa kelas X, kemudian akan diperluas ke kelas XI pada tahun kedua, dan kelas XII pada tahun ketiga.
Pemerintah Provinsi Banten telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung keberlanjutan program ini.
Deden menjelaskan bahwa kuota siswa yang dapat mengikuti Program Sekolah Gratis mencapai 87 ribu siswa.
Dengan demikian, sekitar 167 ribu siswa lulusan SMP dapat mengakses pendidikan menengah secara gratis, baik di sekolah negeri maupun swasta yang mengikuti program ini.
“Program ini sangat bermanfaat dan harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat Banten,” tegas Deden.
Bagi lulusan SMP yang tidak tertampung di sekolah negeri maupun di sekolah swasta yang ikut Program Sekolah Gratis, tetap memiliki alternatif untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) negeri atau swasta, serta SMA/SMK swasta lain yang tidak tergabung dalam program ini.
Editor: Agus Priwandono











