SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pelaku pembunuhan di Komplek Puri Anggrek, Kota Serang sempat merayakan ulang tahun sang istri sebelum dieksekusi.
Sang istri bernama Petry Sihombing yang menjadi korban oleh suaminya sendiri, yaitu Wadison Pasaribu sempat menceritakan kisah terakhir keromantisan keluarganya itu kepada tetangga.
Hal ini berkisar satu bulan yang lalu, sebelum Petry meninggal di tangan Wadison. Saat itu, Wadison disebut merayakan hari ulang tahun korban dengan menyewa salah satu hotel di Kabupaten Serang.
Perayaan ulang tahun itu bentuk rasa cinta pelaku kepada korban karena keluarga ini dikenal para tetangganya sangat romantis.
Bahkan, di mata para tetangganya, mereka iri dengan keharmonisannya itu, hingga tak pernah mendengar keributan antara pelaku dan korban.
“Satu bulan sebelum kejadian itu sempat merayakan ulang tahun istrinya di hotel yang ke-32 tahun,” kata salah seorang kerabat korban, yang merupakan tetangganya, Rabu, 4 Juni 2025.
Perempuan berambut lurus ini mengaku tak menyangka, pelaku pembunuhan itu tak lain suaminya sendiri, yang dikenal lembut.
“Kita itu sempat gak percaya. Kalau orang lain sempat nuduh suaminya, karena mereka itu romantis banget rumah tangganya,” tuturnya.
Menurut pengakuan warga, Petry dan Wadison baru menempati rumahnya itu kurang lebih satu tahun yang lalu. Soalnya, pelaku dan korban sempat pindah ke Bayah, Kabupaten Lebak, karena pelaku bekerja sebagai bank keliling di daerah tersebut.
“Ini juga baru satu tahun kurang lebih di sini, sempat pindah ke Bayah. Setelah baru anaknya mau sekolah, pindah ke sini baru dibenerin rumahnya,” ucapnya.
Editor: Abdul Rozak












