LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Aktivis mahasiswa meminta aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) menindak angkutan tanah dan pasir basah di Jalan Cikande-Rangkasbitung. Karena, ceceran tanah di jalan raya mengakibatkan jalanan menjadi licin dan jadi penyebab kecelakaan.
Diketahui, pada Sabtu 7 Juni 2025 pagi, terjadi dua kecelakaan tunggal di ruas jalan nasional di Citeras. Kejadian tersebut akibat jalan licin, hingga membuat motor tergelincir. Kejadian tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.
Sahrul Gunawan, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak menyatakan, kondisi jalan nasional di Citeras cukup memprihatinkan. Jalan berlumpur dan licin akibat truk angkutan tanah. Tanah dari atas truk berceceran dan terkena ceceran air dari truk pasir basah.
“Ini tidak boleh dibiarkan. Kalau terus menerus dibiarkan, maka akan membahayakan nyawa pengendara motor dan masyarakat,” kata Sahrul.
Atas dasar itu, dirinya meminta kepada aparat kepolisian dan dinas terkait tidak menutup mata. Harus ada tindakan tegas, sehingga dapat memberikan efek jera terhadap pengusaha angkutan tanah dan pasir basah.
“Sudah banyak korban yang berjatuhan di jalan nasional di Citeras. Tapi, tidak ada penindakan dari pemerintah dan aparat kepolisian terhadap sopir angkutan tanah atau pasir basah,” ungkapnya.
Untuk itu, dirinya berencana akan melakukan aksi untuk menyetop truk angkutan tanah dan pasir basah di Citeras. Aksi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian para pejabat daerah dan kepolisian.
“Rencana aksi ini akan kita matangkan dulu. Kita ingin ada aksi nyata dari polisi dan dinas terkait,” tukasnya.
Editor: Abdul Rozak












