SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di pertengahan tahun 2025, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kukuhkan 5 Guru Besar. Kelima Guru Besar di kukuhkan pada acara Pengukuhan Guru Besar Gelombang II di Gedung Auditorium Untirta Sindangsari, Rabu 11 Juni 2025.
Kelima Guru Besar yakni; Prof. Dr. Sjaifuddin, M.Si, Prof. Dr. Susiyanti, S.P., M.P. , Prof. Dr. Suroso Mukti Leksono, M.Si , Prof. Dr. Nurul Anriani, S.Si., M.Pd, Prof. Dr. Benny Irawan, S.H., M.H., M.Si.
Rektor Untirta Fatah Sulaiman mengungkapkan rasa bahagianya setelah Untirta mengukuhkan 5 guru besar.
“Selamat kepada yang telah di kukuhkan menjadi guru besar, kami mengpresiasi segala perjuangan untuk menjadi guru besar,” katanya saat memberikan sambutan di depan para tamu undangan.
Fatah Sulaiman menlanjutkan, pengukuhan guru besar ini diharapkan memberi manfaat besar khususnya dalam bidang evaluasi pembelajaran, baik di lingkungan Provinsi Banten, Kota Serang, maupun Untirta.
“Fokusnya adalah pada peningkatan kualitas penilaian terhadap peserta didik yang beragam secara karakter dan potensi,” lanjutnya.
Sementara itu, salah satu Guru Besar yang di kukuhkan Nurul Anriani menuturkan, setiap peserta didik harus mendapat evaluasi yang adil dan sesuai dengan potensinya, bukan dinilai secara seragam atau berdasarkan standar yang tidak mempertimbangkan karakteristik individu.
“Evaluasi harus memperhatikan keragaman karakter peserta didik, baik dari segi kemampuan, perilaku, minat, maupun bakat. Penting bagi pendidik untuk menghindari penilaian yang merugikan peserta didik,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa semua kegiatannya dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan dilandaskan pada keahlian utama di bidang evaluasi pembelajaran dan penilaian pendidikan.
“Tujuannya adalah memastikan bahwa peran sebagai akademisi benar-benar memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan,” pungkasnya
Saat ini Untirta total memiliki 57 guru besar, termasuk yang baru dikukuhkan pada hari ini. Masih ada 5 Guru Besar yang akan di kukuhkan pada gelombang III mendatang.
Editor: Bayu Mulyana











