CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon pada Selasa malam, 17 Juni 2025, menyebabkan banjir melanda dua wilayah di Kecamatan Pulomerak dan Grogol. Di Pulomerak, banjir terjadi di Lingkungan Baru, Kelurahan Tamansari sekitar pukul 20.27 WIB, dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter dan merendam dua RT, yakni RT 01 dan 02. Total warga terdampak mencapai 830 jiwa.
Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir di Pulomerak selain hujan deras adalah adanya penumpukan sampah di bawah bantalan rel kereta yang menyebabkan aliran air tersumbat. Kondisi ini memperparah genangan air yang tidak bisa mengalir ke laut.
Di Grogol, banjir menerjang Lingkungan Kali Baru, Kelurahan Gerem sekitar pukul 19.20 WIB dengan ketinggian air kurang lebih 80 sentimeter. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta debit air sungai yang tinggi membuat air sungai meluap dan masuk ke permukiman warga. Sebanyak 140 kepala keluarga terdampak banjir di wilayah ini.”Banjir surut pukul 02.00 WIB, masyarakat tetap bertahan di rumah,” ujar Kepala BPBD Kota Cilegon Suhendi, Rabu 18 Juni 2025.
Suhendi menambahkan, sejak malam itu, pihak BPBD bersama Pemkot Cilegon langsung melakukan penanganan banjir di lokasi terdampak. Mereka fokus pada empat titik utama yaitu Jalur Lingkar Selatan (JLS), Pulomerak, Grogol, dan Merak. Khusus di Grogol, penanganan meliputi pengangkatan puing-puing dan pengerukan sedimentasi sebelum membangun kembali Tanggul Penahan Tanah (TPT).
Pihak terkait juga melakukan koordinasi dengan Wali Kota Cilegon Robinsar dan menargetkan penanganan selesai dalam waktu sekitar tiga hari. “Penyebab hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai debit air sungai yang tinggi sehingga air meluap ke permukiman warga,” papar Suhendi.
Meskipun banjir sempat menggenangi ratusan rumah warga, air di Pulomerak dilaporkan mulai surut sekitar pukul 02.00 WIB dan masyarakat tetap bertahan di rumah masing-masing.
Editor: Merwanda











