CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dugaan praktik titip-menitip dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Cilegon disorot kalangan akademisi.
Akademisi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Syaiful Bahri, menyayangkan jika praktik tak sehat tersebut benar terjadi.
Menurutnya, Wali Kota Cilegon sudah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menegakkan aturan, khususnya dalam sektor pelayanan publik. Namun jika masih ada titipan dalam proses PPDB, maka yang tercoreng justru nama baik kepala daerah.
“Kalau di Kota Cilegon saya sayangkan jika ada titip-menitip. Wali Kota itu sudah luar biasa. Tapi kalau seperti ini, yang jelek justru kepala daerahnya. Padahal beliau berkomitmen menegakkan peraturan secara tegas,” ujar Syaiful saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis 26 Juni 2025.
Ia mengingatkan semua pihak, terutama yang berada di lingkaran kekuasaan, agar tidak melakukan tindakan yang bisa menurunkan martabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
“Ke depan, siapapun orang dekat, sayangilah Wali Kota dan Wakil. Jangan melakukan perbuatan yang mendegradasi atau mencoreng nama baik mereka,” tegasnya.
Syaiful juga menyoroti pentingnya komitmen dari Dinas Pendidikan dalam menyelenggarakan proses PPDB yang bersih dan transparan. Ia meminta Dindik benar-benar memastikan proses seleksi sesuai regulasi tanpa intervensi.
“Begitupun Dinas Pendidikan, saya harap komitmennya untuk menjaga integritas dan keadilan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya puluhan orang tua siswa lainnya mendatangi Kantor Dindikbud dan Kantor Walikota Cilegon, menuntut kejelasan sistem zonasi dan dugaan ketidaksesuaian penerimaan siswa baru di sejumlah sekolah negeri.
Walaupun sempat dilakukan mediasi antara Dindikbud Cilegon, orang tua siswa yang hadir mengaku tidak puas dengan hasil mediasi dan merasa tidak menemukan solusi.
Editor: Abdul Rozak











