CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 70 persen kuota pada jalur prestasi akademik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kota Cilegon bakal ditentukan dari hasil Tes Kemampuan Akademis (TKA).
Kebijakan baru tersebut disosialisasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon di Gedung Training Center Dindikbud, Senin 18 Mei 2026.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan, pihaknya saat menjelaskan bahwa pada SPMB tahun ini terjadi perubahan besar pada jalur prestasi.
Ia menjelaskan, secara umum mekanisme pada jalur domisili, afirmasi dan perpindahan tugas orang tua masih sama seperti tahun sebelumnya.
Menurutnya, jika sebelumnya penilaian jalur prestasi akademik hanya berdasarkan nilai rapor, kini ditambah dengan Tes Kemampuan Akademis (TKA) sebagai komponen utama penilaian.
“Untuk jalur akademis tahun lalu hanya rapor, sekarang ada Tes Kemampuan Akademis atau TKA. Tesnya sudah dilaksanakan sekitar tiga minggu lalu untuk tingkat SD dan SMP,” ujarnya.
Heni menerangkan, hasil TKA tingkat nasional dijadwalkan diumumkan pada 26 Mei 2026 mendatang.
Sementara di Kota Cilegon, komposisi penilaian jalur prestasi akademik terdiri dari 70 persen hasil TKA dan 30 persen nilai rapor.
“Jadi untuk jalur prestasi akademik di Cilegon, bobotnya 70 persen dari TKA dan 30 persen dari rapor,” ucapnya.
Selain itu, ia memaparkan, jalur domisili tetap diukur berdasarkan jarak rumah siswa ke sekolah tujuan.
Sedangkan jalur afirmasi diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus atau disabilitas serta siswa dari keluarga tidak mampu yang dibuktikan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan kategori desil satu hingga tiga.
Adapun persentase kuota penerimaan siswa pada masing-masing jalur berbeda antara jenjang SD dan SMP. Untuk jenjang SD, jalur domisili memiliki kuota 80 persen, afirmasi 15 persen dan perpindahan tugas orang tua 5 persen.
Sementara untuk jenjang SMP, jalur domisili sebesar 40 persen, afirmasi 20 persen, prestasi 35 persen dan perpindahan tugas orang tua 5 persen.
“Untuk jalur prestasi di SMP itu totalnya 35 persen, terdiri dari 20 persen prestasi akademik dan 15 persen non akademik. Sedangkan di SD tidak ada jalur prestasi,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak








