PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID– Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mengonfirmasi belum menerima laporan signifikan terkait bencana hidrometeorologi, termasuk kekeringan yang biasanya mulai melanda sejumlah wilayah pada periode ini.
Meski belum ada laporan resmi dari masyarakat, BPBDPK menyatakan tetap siaga dan akan melakukan langkah-langkah antisipatif di lapangan. “Kita terus memantau kondisi di lapangan. Awal Juli nanti, tim akan diturunkan ke beberapa wilayah untuk memastikan apakah sudah ada yang terdampak atau belum,” ujar Sekretaris BPBDPK Pandeglang, Nana Mulyana, Jumat, 27 Juni 2025.
Kesiapsiagaan itu tak lepas dari keterbatasan yang dihadapi. Nana mengungkapkan bahwa saat ini BPBDPK Pandeglang hanya memiliki tiga unit mobil tangki air. Dari jumlah tersebut, satu unit disiapkan untuk cadangan pemadam kebakaran, sementara dua unit lainnya difungsikan untuk mendistribusikan air ke daerah yang mengalami kekeringan. “Ketersediaan mobil tangki sangat terbatas. Dua unit yang ada tidak sepadan dengan luas wilayah dan jarak distribusi,” jelasnya.
Kondisi geografis Pandeglang yang cukup luas menjadi tantangan tersendiri. Proses distribusi air ke wilayah terdampak bisa memakan waktu karena jarak dari pusat kota ke lokasi bisa mencapai 50 hingga 80 kilometer. “Jika terjadi kekurangan armada, kami segera koordinasi dengan pihak-pihak tersebut untuk memenuhi kebutuhan distribusi air,” tandasnya.
Sebagai bentuk antisipasi, BPBDPK telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak seperti BNPB, NGO, PMI, dan lembaga lainnya, guna memperkuat respons cepat saat bencana kekeringan benar-benar terjadi.
Hingga akhir Juni 2025, kondisi cuaca di Pandeglang masih dalam tahap pemantauan intensif. BPBDPK mengimbau masyarakat untuk melapor jika mulai merasakan dampak musim kemarau, khususnya kekeringan air bersih.
Editor : Merwanda











