CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID — Rangkaian Muharram Culture Fest 2025 dibuka dengan ritual Mace Syech.
Mace atau baca syech merupakan sebuah tradisi sakral yang telah mengakar dalam sejarah spiritual masyarakat Banten.
Ritual Mace Syech adalah bentuk penghormatan kepada para wali dan ulama terdahulu, dan para tokoh penyebar Islam di tanah Banten.
Ritual Mace Syech merupakan bagian dari warisan budaya spiritual masyarakat Cilegon.
Lebih dari sekadar ritual, Mace Syech membawa lapisan makna historis dan spiritual yang patut dikaji dalam konteks pelestarian budaya.
Dalam era digital dan globalisasi, upaya merevitalisasi Mace Syech melalui festival budaya seperti Muharram Culture Fest merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi.
Kehadiran Dewan Kebudayaan dan partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa ritual tradisional masih memiliki daya hidup, terlebih jika dikontekstualisasikan dalam ruang publik modern dan media sosial.
Mace Syech adalah wujud keberagamaan yang telah bertransformasi menjadi simbol kultural.
Ia bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga aset budaya yang mengakar kuat dalam identitas masyarakat Cilegon.
Pelestariannya menuntut sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, dan pelaku budaya agar tidak hanya menjadi tontonan seremonial, tetapi juga menjadi ruang pendidikan kultural bagi generasi muda.
Kehadiran Mace Syech dalam festival budaya seperti Muharram Culture Fest adalah bukti nyata bagaimana tradisi dapat berdamai dengan zaman, bahkan tampil lebih segar dan menggugah suasana.
Yang menarik, dalam festival tersebut, Mace Syech tak hanya tampil sebagai tontonan. Ia menjadi wadah perjumpaan antara nilai-nilai spiritual dan ekspresi budaya.
Di situlah kita melihat bagaimana kebudayaan bekerja. Bukan sekadar warisan, tetapi juga negosiasi, adaptasi, bahkan perlawanan terhadap pelupaan.
Mace Syech yang dibawa ke ruang publik modern adalah bentuk keteguhan masyarakat Cilegon dalam menjaga ruh wilayahnya, meski berada di tengah arus perubahan yang deras.
Mace Syech menjadi titik tolak dari keseluruhan rangkaian Muharram Culture Fest 2025.
Melalui ritual Mace Syech, Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC) berupaya membuka ruang zikir, ziarah batin, dan kebersamaan spiritual masyarakat.
Selain menjadi pembuka, ritual ini juga dimaknai sebagai upaya ruwat jagad mensucikan diri, lingkungan, dan niat masyarakat Cilegon untuk menyongsong tahun baru Hijriyah dengan semangat hijrah menuju kebaikan.
DKKC mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dan bersama-sama menghidupkan semangat Muharram sebagai momentum kebangkitan spiritual dan kebudayaan.
Editor: Bayu Mulyana











