CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Momentum istimewa mewarnai lingkungan Lingkungan Sumur Watu, Kelurahan Deringo, Kota Cilegon, Sabtu 28 Juni 2025.
Bertepatan dengan 2 Muharam 1447 H, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al-Khairiyah Deringo menggelar rangkaian kegiatan Pelepasan, Kenaikan Kelas, Ikhtifalan, dan Milad ke-32 secara meriah dan khidmat.
Acara yang berlangsung di halaman MDTA itu dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting di Kota Cilegon. Di antaranya Lurah Deringo Ubay Uswaidi, Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi PKS Ferry Budiman, serta sejumlah tokoh masyarakat seperti pengurus RT dan RW, serta jajaran wali murid yang memadati lokasi sejak pagi.
Ketua DPD Al-Khairiyah Kota Cilegon, Hambasi, saat dihubungi melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat agar terus semangat mendidik dan menitipkan anak-anaknya di lembaga pendidikan keagamaan.
“Tujuan milad dan ikhtifalan ini untuk mendorong semangat masyarakat menyekolahkan anak-anak ke MDTA. Karena pelajaran di sini 100 persen pelajaran agama. Alhamdulillah, warga Sumur Watu sangat antusias,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua DPRD Al-Khairiyah Kota Cilegon.
Potongan tumpeng tersebut kemudian diberikan kepada tokoh masyarakat, termasuk Ustadz Sulhi dan Lurah Deringo, sebagai simbol penghargaan atas dukungan mereka terhadap dunia pendidikan Islam.
Hambasi juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh wali murid yang selama ini mendukung penuh proses pendidikan anak-anaknya.
“Kami berharap, meskipun siswa-siswi sudah dilepas, mereka tetap belajar dan terus memperdalam ilmu agama, terutama mengaji,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pengurus Cabang Istimewa Al-Khairiyah, Ustadz Matufi, memberikan arahan kepada para wali murid dan masyarakat agar tak lelah mendidik anak-anak dengan ilmu agama sejak dini.
Ia pun mendoakan agar keluarga besar MDTA Al-Khairiyah, khususnya di Lingkungan Sumur Watu, semakin antusias menyekolahkan anak-anak ke lembaga pendidikan diniyah.
Editor: Bayu Mulyana











