CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Rasa sakit parah pada bagian perut dirasakan Supriyadi (58) di Minggu, 15 Juni 2025 sore.
Saat itu, jelang shalat magrib, sekira pukul 17.30 WIB, sakit terasa begitu tiba-tiba. Karena mengira hanya masuk angin, warga Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon ini pun minta dikerok oleh istrinya.
Sakit tak kunjung hilang, Supriyadi pun memanggil tukang pijit tradisional, namun hasilnya nihil, sakit tak tertahankan masih dirasakan Supriyadi.
Pria kelahiran tahun 1967 itu sadar betul harus dibawa ke rumah sakit, namun hawatir harus mengeluarkan biaya tambahan yang tinggi.
Kehawatiran itu muncul karena Supriyadi terdaftar di Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau yang ditanggung pemerintah.
Setelah diyakinkan keluarganya, akhirnya Supriyadi pun dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.
Ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD), usai menjalani serangkaian tes medis, Supriyadi diketahui menderita batu ginjal dan disarankan menjalani operasi.
Lagi-lagi hawatir persoalan biaya, Supriyadi pun meminta keluarganya memastikan tentang biaya ke pihak rumah sakit.
“Ternyata semua biaya operasi dan rawat ditanggung BPJS Kesehatan, makanya saya mau dioperasi,” tutur Supriyadi.
Sambil duduk di ranjang ruang rawat RSKM, Supriyadi bercerita, meski terdaftar sebagai peserta PBI, Ia mendapatkan penanganan medis yang sangat cepat.
Usai diperiksa di UGD, Supriyadi langsung mendapatkan ruang rawat inap sambil menunggu jadwal operasi.
“Saya dioperasi Rabu (18 Juni 2025), alhamdulillah semuanya lancar dan saya merasa lebih baik,” tuturnya.
Manfaat Program JKN yang luar biasa dirasakan Supriyadi, Ia mengaku dilayani sangat baik oleh rumah sakit hingga benar-benar dinyatakan bisa pulang.
Sebagai peserta PBI, mantan pegawai swasta ini mengaku tak bisa membayangkan biaya yang harus dikeluarkan jika tidak ditanggung BPJS Kesehatan.
Sebagai pekerja serabutan, Supriyadi mengaku tak mampu membayar biaya perawatan hingga operasi.
Karena itu, Ia sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN.
Ia berharap Program JKN bisa tetap dipertahankan karena menjadi penolong bagi masyarakat seperti dirinya.
Menurutnya, program JKN menjadi penyelamat hidup masyarakat, khususnya bagi yang tidak mampu.
“Jangan sampai dihapus programnya, nanti gimana kalau yang kurang mampu sakit dan harus operasi seperti saya,” tuturnya.
Supriyadi memuji pelayanan yang diterimanya sejak awal masuk rumah sakit hingga pasca operasi.
Sejak awal, tidak ada tindakan yang menyulitkan, bahkan penanganan medis yang cepat yang dirasakannya.
Ia juga mendapatkan pelayanan rawat inap di ruang yang nyaman dan bersih.
Tak hanya itu, pihak rumah sakit benar-benar memperhatikan perkembangan kesehatannya. Supriyadi mengaku dilarang pulang sebelum benar-benar stabil.
“Katanya nanti kalau udah boleh pulang dikabarin, dokter saranin saya fokus istirahat saja,” tuturnya.
Ia mengajak semua masyarakat untuk tidak ragu terhadap program JKN BPJS Kesehatan.
Ia pun menyampaikan terima kasih pada semua peserta JKN, terutama yang mandiri dan ditanggung perusahaan.
Terima kasih itu disampaikan Supriyadi karena berkat iuran yang dikeluarkan peserta mandiri, seluruh biaya perawatannya bisa dicover BPJS Kesehatan. (*)
Gandeng Posbankum, BPJS Kesehatan Perkuat Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat
SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat perlindungan hukum bagi masyarakat, BPJS Kesehatan menjalin sinergi strategis dengan Pos...
Read moreDetails











