SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persib Bandung ditahan imbang Dewa United 1-1. Dua klub di Grup B Piala Presiden 2025 ini berlaga di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa malam, 8 Juli 2025.
Kemenangan di depan mata Maung Bandung buyar di menit-menit akhir.
Tendangan Egy Maulana Vikri dari titik putih tak mampu dihalau Adam Przybek. Gol ini terjadi pada menit ke-92.
Gol itu membuat Persib yang unggul terlebih dahulu lewat tendangan Wiliam Marcilio, gagal menang.
Tendangan Wiliam Marcilio dari luar kotak penalti gagal ditepis Sonny Stevens pada menit ke-65.
Persib yang tampil di depan ribuan pendukung fanatiknya langsung tancap gas sejak menit awal. Jual beli serangan terjadi sejak menit awal.
Pada menit kelima, Wiliam Marcilio memiliki peluang, namun belum berakhir gol.
Begitu juga dengan Dewa United, mendapatkan peluang bagus pada menit ke-15 lewat Stefano Lilipaly. Tetapi, tembakan mantan pemain Borneo FC ini meleset.
Pada menit ke 20, Dewa United mesti bermain dengan 10 pemain, setelah Cassio Scheid diganjar kartu merah oleh Asker Nadjafaliev. Wasit asal Uzbekistan itu mengeluarkan kartu merah karena menganggap Cassio menyikut Zulkifli.
Tendangan bebas yang dilakukan Luciano Guaycochea pada menit ke-22 melebar tipis di sisi kanan gawang Sonny Stevens.
Keunggulan jumlah pemain tersebut coba dimanfaatkan Persib dengan terus melakukan serangan.
Namun, disiplinnya pemain belakang Dewa United mampu menghalau gelombang serangan Persib. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Pada babak kedua, Persib terus melancarkan serangan dan mendominasi laga. Puncaknya pada menit ke-65, Wiliam Marcilio berhasil mencetak gol.
Unggul 1-0, Persib tidak mengendurkan serangannya.
Sesekali Dewa United mengancam lini pertahanan juara Liga 1 2024/2025 tersebut.
Serangan Dewa United pada menit-menit akhir membuat lini belakang Persib bermain ekstra.
Pada menit ke-92, Dedi Kusnandar melakukan hand ball di kotak penalti. Wasit pun memberikan hukuman kepada Persib dengan menunjuk titik putih.
Egy Maulana Vikri yang menjadi algojo sukses menuntaskan tugasnya.
Editor: Agus Priwandono











