PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Minimnya minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SDN Karaton 5, Kecamatan Pandeglang, menguak persoalan lama yang belum terselesaikan.
Ternyata, kondisi ini dipicu oleh rencana merger atau penggabungan sekolah yang pernah diwacanakan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang sejak 10 tahun lalu. Namun hingga kini, rencana tersebut tak kunjung terealisasi.
Akibatnya, masyarakat menjadi enggan mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut karena mengira sekolah akan ditutup.
Dampaknya mulai terasa pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
Rencana merger yang tak kunjung jelas ini dinilai membuat dinas terkesan hanya omong doang alias ‘omdo’.
Kini, nasib SDN Karaton 5 pun berada di ujung tanduk akibat kebijakan yang tak kunjung diputuskan.
Kepala Seksi Kurikulum SD Disdikpora Pandeglang, Rahmatullah, mengakui pihaknya telah mengetahui kondisi tersebut.
Namun, ia enggan mengaitkannya dengan rencana merger sekolah yang sudah diwacanakan sejak satu dekade lalu, tetapi tak kunjung direalisasikan.
“Saya sudah konfirmasi sama korwil, sejauh mana persoalan ini. Duduk bersama, sejauh mana rencana merger ini. Nanti kita lihat yang terdekatnya di mana,” kata Rahmatullah saat dikonfirmasi, Selasa 8 Juli 2025.
Saat ditanya soal kebijakan merger yang tak kunjung dijalankan, Rahmatullah berdalih bahwa minimnya pendaftar bukan karena itu, melainkan karena letak sekolah yang berada di ujung jalan.
Menurutnya, banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke SD lain yang lebih mudah diakses.
Ia juga belum bisa memastikan langkah lanjutan soal nasib SDN Karaton 5, termasuk rencana merger. Disdikpora, kata dia, masih perlu melakukan kajian dan peninjauan langsung ke lapangan.
“Kita lihat dulu berapa banyak yang daftar. Bisa kita arahkan ke sekolah yang paling dekat. Kalau pun di-merger, bisa dengan SDN Karaton 3 atau Karaton 1,” ungkapnya.
Rahmatullah menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil penerimaan peserta didik baru (SPMB).
“Kita akan cross-check dulu soal sekolah itu, karena populasi anaknya memang kurang dan lokasinya paling ujung. Kita lihat dulu dari SPMB yang sekarang,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karaton 5 di Kampung Parung Sentul, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang terancam tutup karena kekurangan murid pada tahun ajaran baru 2025-2026.
SDN Karaton 5 lokasinya berada dekat dengan pusat kota namun pada tahun 2025 ini tidak mendapatkan murid.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











