SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pemuda asal Kampung Cibopong, RT 005, RW 003, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang ditemukan tewas gantung diri, Jumat 11 Juli 2025. Diduga pria berinisial SA (29) tersebut nekat mengakhiri hidupnya karena masalah ekonomi.
Sekretaris Desa Citaman, Saefudin mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya sekira pukul 11.00 WIB. Korban ditemukan ayahnya tergantung di dapur rumahnya.
“Korban diduga bunuh diri dengan cara gantung diri akibat tidak kuat menghadapi beban hidup. Almarhum ini memang selalu selalu mengandalkan orang tua,” katanya, Sabtu 12 Juli 2025.
Sebelum nekat mengakhiri hidupnya, korban sempat menuliskan keluh kesahnya di telepon genggam. Telepon genggam tersebut ditemukan di dalam kamar korban. “Ada curhatan korban yang dia tulis di HP-nya,” ujar Saefudin.
Kapolsek Ciomas Iptu Ridwan Junaedi mengatakan, saat ditemukan meninggal dunia, ayah korban langsung menurunkan jasad anaknya.
“Saat kejadian, memang ayah korban yang pertama kali melihat korban sudah tergantung di dapur,” katanya.
Ridwan menduga, penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya tersebut karena depresi ditinggalkan ibunya meninggal.
“Untuk penyebabnya, korban diduga depresi semenjak orang tua perempuan meninggal dunia,” tuturnya.
Reporter: Fahmi Sa’i
Editor: Agung S Pambudi











